HALO RRI: 24 Titik Api Terdeteksi di Kobar

  • 31 Jan 2026 06:28 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Memasuki musim kemarau di awal tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hingga akhir Januari 2026, tercatat sebanyak 24 titik api telah ditangani BPBD.

Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, dalam wawancara di program Halo RRI, Jumat, 30 Januari 2026, mengungkapkan bahwa persebaran titik api paling banyak ditemukan di dua wilayah krusial.

"Hingga hari ini, titik api yang kami tangani sebanyak 24 titik. Sebaran paling banyak berada di Kecamatan Kumai, disusul kemudian oleh Kecamatan Arut Selatan," ujar Andan Santana.

Menyikapi peningkatan hotspot ini, BPBD Kobar telah menyiagakan personel dan sarana prasarana secara penuh. Andan menegaskan bahwa tim di lapangan beroperasi selama 24 jam untuk memastikan setiap laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum meluas.

Berkat kesigapan tim, dikatakan Andan rata-rata luas lahan yang terbakar dalam kejadian terakhir berhasil ditekan hingga di bawah satu hektar per titik. Hal ini juga dianggapnya sebagai capaian positif dari hasil evaluasi respon cepat yang dilakukan bersama instansi vertikal seperti TNI, Polri, serta relawan PMI (Palang Merah Indonesia) daerah setempat.

BPBD Kotawaringin Barat juga mulai memikirkan strategi imbauan kepada masyarakat, mulai dari pendekatan konvensional seperti pengumuman di rumah ibadah pasca-salat Subuh, hingga penyebaran informasi secara digital untuk menjangkau masyarakat luas. "Penanganan karhutla ini perlu sinergi karena ini merupakan tanggung jawab semua, baik unsur instansi vertikal maupun masyarakat," kata Andan menambahkan.

"Kami meminta masyarakat untuk menunda dulu pembukaan lahan dengan api. Gunakanlah alat mekanis atau benda tajam saja. Jika melihat indikasi asap, segera lapor ke pihak desa, MPA (Masyarakat Peduli Api), atau langsung ke BPBD," ia mengakhiri.

Halo RRI merupakan inovasi program yang disiarkan oleh Pro 1 RRI Palangka Raya sebagai jembatan komunikasi antara pemangku kebijakan dan masyarakat guna membahas laporan aktual terkait layanan publik. Kini, Halo RRI hadir setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 09.00 - 10.00 WIB dengan harapan bisa memberikan solusi atas laporan dan keluhan masyarakat di Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah pada umumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....