Anies Baswedan Resmikan Jembatan Titian Persatuan Di Karanganyar

  • 30 Jan 2026 17:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan Jembatan Titian Persatuan yang menghubungkan Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono dengan Desa Bolong, Kecamatan Karanganyar, Jumat 30 Januari 2026. Jembatan gantung ini dibangun melalui inisiatif relawan Aksi Bersama dengan semangat gotong royong penuh dari warga setempat.

Peresmian diwarnai dengan pemotongan tumpeng, pembacaan naskah prasasti, serta pengibaran bendera merah putih yang dipimpin langsung oleh Anies Baswedan.

Anies mengungkapkan kekagumannya atas kekompakan warga yang bekerja keras membangun jembatan di atas Sungai Gembong tersebut. Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol persatuan yang memutus keterisolasian wilayah perbatasan desa.

“Jembatan ini bukan dibangun oleh orang luar, tapi dibangun oleh keringat dan kerja keras warga sini. Kami dari Aksi Bersama ibarat datang ke tempat yang subur dengan membawa bibit. Bibit itu tumbuh karena warga memiliki semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Anies Baswedan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sungai di Indonesia sering kali menjadi batas wilayah yang sulit terjangkau anggaran pemerintah secara efektif karena letaknya di perbatasan desa, kecamatan, hingga kabupaten. Aksi Bersama hadir untuk mengisi ruang tersebut guna membantu mobilitas warga dan anak sekolah yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses.

“Jembatan ini menghubungkan antara ketertinggalan dengan kemajuan. Dari harapan yang dulu jauh dijangkau menjadi mudah dijangkau. Insyaallah anak-anak kita nanti kalau sekolah bisa berangkat dan pulang dengan tenang, orang tuanya pun nyaman karena rasa aman terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Desa Bolong, Aziz Purwanto, menjelaskan sebelum jembatan gantung permanen ini berdiri, warga hanya mengandalkan jembatan "sasak" atau jembatan bambu tradisional selama puluhan tahun. Kondisi jembatan lama setinggi 30 meter dari permukaan air ini, sering kali membuat warga was-was saat melintas.

“Memang sudah berpuluh-puluh tahun warga selalu intens membenahi sasak yang rusak. Akhirnya tahun 2025 lalu ada yang mengunggah fotonya di media sosial dan ditangkap oleh tim Aksi Bersama. Proses pembangunan ini benar-benar bahu-membahu antara warga Bolong dan Sambirejo,” kata Aziz.

Kini, lanjut Lurah Bolong, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua secara bergantian. Aziz menyebut kehadiran jembatan permanen ini sangat membantu akses warga menuju pusat kota Karanganyar yang kini menjadi lebih dekat dan cepat tanpa harus khawatir risiko keselamatan.

"Ya merasakan terbantu, karena akses ke kota juga lebih dekat, lebih cepat. Dan dulu memang was-was kalau nyebrang ini. Sekarang Ini bisa dilewati kendaraan roda dua. Banyak warga yang kesini, jadi kaya destinasi wisata baru malah," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....