Pelaksanaan Penas KTNA Memberi Dampak Peningkatan Infrastruktur
- 29 Jan 2026 16:09 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke 17, tahun 2026 ini akan digelar Di Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo. Menjadi tuan rumah kegiatan Nasional tersebut merupakan kesempatan besar bagi daerah, untuk mengembangkan infrastruktur.
Menurut Praktisi dan tokoh Pertanian di Gorontalo, Wasito Somawiyono, pada dialog Interaktif. Sebelum pelaksanaan kegiatan Penas ini akan banyak penyiapan infrastruktur yang harus dibenahi untuk mendukung kelancaran kegiatan yang bersumber dari ABPN. Ia mengutarakan, pentingnya alokasi anggaran dari APBN dalam memperkuat infrastruktur daerah yang menjadi tuan rumah.
"Menjadi tuan rumah Penas KTNA di tahun 2026 ini adalah kesempatan yang sangat besar. Artinya, sebelum pelaksanaan kegiatan ini, banyak penyiapan infrastruktur yang harus dilakukan untuk mendukung kelancaran acara," ujar Wasito Pada Dialog Interaktif Gorontalo Pagi ini
Ia mencontohkan pada pelaksanaan Penas KTNA di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, yang dilaksanakan sebelumnya. Dimana memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana anggaran dari pemerintah pusat dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang esensial untuk kelancaran kegiatan.
"Sebagaimana yang saya pelajari dari pelaksanaan Penas sebelumnya di Kota Padang, pemerintah pusat biasanya akan mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pembangunan infrastruktur di daerah yang menjadi tuan rumah. Ini adalah dukungan yang sangat penting untuk menyukseskan kegiatan ini," tambahnya.
Wasito menekankan bahwa tuan rumah Penas KTNA 2026 harus mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung, seperti jalan, fasilitas publik, dan tempat-tempat yang akan digunakan dalam kegiatan Penas, seperti lokasi gelar teknologi, studi banding agrowisata, dan lainnya.
"Saat ini, salah satu lokasi yang tengah disiapkan adalah untuk kegiatan studi banding agrowisata di Bukit Laskar, Sidomukti. Kami sudah melakukan beberapa kali tinjauan ke lokasi ini, dan salah satu yang perlu diperhatikan adalah peningkatan infrastruktur jalan menuju lokasi tersebut," jelas Wasito.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang disiapkan untuk Penas KTNA 2026 tidak hanya akan berguna saat acara berlangsung, tetapi juga akan menjadi aset bagi daerah setelah kegiatan tersebut selesai.
"Setelah Penas, insya Allah pembangunan infrastruktur yang dibangun ini akan menjadi aset yang sangat berharga bagi daerah ini. Infrastruktur yang lebih baik akan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat setempat," tutup Wasito.
Kesiapan dan dukungan anggaran dari APBN dan APBD menjadi salah satu kunci sukses dalam menyelenggarakan acara besar ini. Wasito berharap seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, dapat berkolaborasi untuk mempersiapkan Penas KTNA 2026 dengan sebaik-baiknya. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....