Update BMKG: Gempa Pacitan M5,7, Tanpa Susulan Gempa
- 27 Jan 2026 10:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait gempa bumi yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa pagi, (27/1/2026). Dari hasil analisis mutakhir, kekuatan gempa ditetapkan bermagnitudo 5,7, setelah sebelumnya informasi awal menyebutkan magnitudo 5,5.
Gempa terjadi pada pukul 08.20.44 WIB. Episenter berada di koordinat 8,18 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur, atau sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Surabaya, Selasa (27/1/2026) menjelaskan pembaruan data magnitudo merupakan bagian dari proses analisis lanjutan BMKG.
“Rilis awal menggunakan parameter cepat untuk mengejar kecepatan informasi kepada masyarakat. Setelah analisis lebih detail, magnitudo diperbarui menjadi 5,7. Gempa ini tergolong gempa menengah akibat deformasi batuan di dalam lempeng bumi dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” katanya.
Karena pusat gempa berada di daratan dan pada kedalaman menengah, BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa dirasakan cukup luas. Wilayah Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung merasakan intensitas III–IV MMI.
Daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar merasakan III MMI. Getaran skala II–III MMI dirasakan di Madiun, Jember, Mojokerto, hingga wilayah Bali seperti Denpasar, Kuta, dan Karangasem.
Sementara Yogyakarta, Semarang, Pasuruan, hingga Mataram merasakan intensitas II MMI.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga mencatat, hingga pukul 08.35 WIB belum terdeteksi gempa susulan. Bahkan pada pembaruan wawancara terakhir pukul 09.35 WIB, pemantauan BMKG masih belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Ma’muri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik serta memahami prosedur keselamatan. "Terkait gempa masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap waspada mengingatkan kita berada di wilayah yang rawan bencana dan jangan lupa mengevakuasi diri ke titik kumpul yang ada sembari mengupdate informasi selanjutnya dari laman resmi BMKG," ujarnya mengakhiri wawancara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....