Ratu Dewa Dorong Santri Melek Digital dan Literasi

  • 26 Jan 2026 12:43 WIB
  •  Palembang

RRI.CO. ID, Palembang - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang unggul secara spiritual, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Festival Generasi Islam Kreatif (FGIK) 2026 di Pondok Pesantren Nurul Qomar, Palembang.

Menurut Ratu Dewa, pesantren memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai Al-Qur’an sekaligus membangun karakter, etika, dan idealisme generasi muda sejak dini. Namun, penguatan nilai keagamaan perlu dibarengi dengan kompetensi dan keterbukaan wawasan.

“Kami menginginkan pembelajaran di pondok pesantren mencakup penguatan kompetensi dan keterbukaan wawasan literasi, baik di bidang pendidikan, kebudayaan, seni, hingga pengelolaan keuangan,” ujar Ratu Dewa.

Ia menilai tantangan zaman menuntut santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital. Santri, kata dia, harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah yang positif dan edukatif.

“Santri harus memahami digitalisasi sebagai pencipta konten dakwah yang santun, positif, dan mencerahkan di ruang digital,” katanya.

Ratu Dewa juga menekankan bahwa pembinaan generasi Qurani tidak bisa dibebankan kepada pesantren semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, khususnya dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an.

“Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan hanya tugas pesantren, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Pesantren Nurul Qomar, Ustaz Orbit Rupawan, mengatakan, FGIK 2026 merupakan penyelenggaraan keenam dan menjadi ajang silaturahim sekaligus pengembangan kreativitas pelajar Islam di Palembang.

“Tahun ini diikuti 428 peserta dari 84 sekolah tingkat TK hingga SMA. Ada delapan cabang lomba yang digelar selama tiga hari,” ungkap Orbit.

Ia menambahkan, seluruh peserta berasal dari luar Pesantren Nurul Qomar untuk menjaga objektivitas dan integritas lomba. Panitia juga menyiapkan total uang pembinaan sebesar Rp16 juta bagi para pemenang.

Festival ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya generasi muda Islam yang religius, kreatif, dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....