Peran Kurikulum Bahasa Daerah Membentuk Karakter Siswa
- 24 Jan 2026 22:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Ditengah pesatnya arus modernisasi dan globalisasi yang semakin memengaruhi dunia pendidikan, keberadaan kurikulum bahasa daerah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Hal ini disampaikan oleh Dr. Jabaruddin, S.Pd., M.Pd, selaku Pengawas Bina SMP sekaligus Pembina PPBDI Maros, pada obrolan Apresiasi Budaya Lokal di Pro 4 RRI Makassar, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurut Dr. Jabaruddin, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana penanaman nilai-nilai luhur budaya lokal seperti sopan santun, etika, rasa hormat, dan jati diri. “Di dalam bahasa daerah terkandung nilai kearifan lokal yang sangat kuat. Jika diajarkan secara sistematis melalui kurikulum, bahasa daerah mampu membentuk karakter siswa agar tetap berakar pada budaya sendiri di tengah derasnya pengaruh budaya luar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa modernisasi membawa banyak dampak positif, terutama dalam kemajuan teknologi dan akses informasi. Namun, tanpa penguatan karakter berbasis budaya lokal, siswa berpotensi mengalami krisis identitas. “Anak-anak kita sangat akrab dengan budaya global melalui gawai dan media sosial. Kurikulum bahasa daerah hadir sebagai penyeimbang agar mereka tidak tercerabut dari akar budayanya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Jabaruddin menekankan bahwa pembelajaran bahasa daerah di sekolah harus dikemas secara kontekstual dan menarik, tidak hanya berfokus pada aspek linguistik, tetapi juga nilai moral dan sosial yang terkandung di dalamnya. Cerita rakyat, ungkapan tradisional, serta praktik berbahasa dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi media efektif dalam pembelajaran karakter.
Sebagai Pembina PPBDI Maros, ia juga mendorong kolaborasi antara sekolah, guru, dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat implementasi kurikulum bahasa daerah. “Perlu ada komitmen bersama agar bahasa daerah tidak hanya menjadi muatan pelajaran, tetapi benar-benar hidup dalam lingkungan sekolah,” tegasnya.
Dengan penguatan kurikulum bahasa daerah yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman, diharapkan siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berbudaya, dan berkepribadian Indonesia. Di tengah arus modernisasi yang tak terelakkan, bahasa daerah menjadi benteng penting dalam menjaga nilai dan identitas generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....