Tembus Pasar Global, Barantin Tingkatkan Hilirisasi Lada Putih
- 22 Jan 2026 18:54 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) terus meningkatkan hilirisasi dan ketertelusuran komoditas unggulan daerah, lada putih Bangka Belitung atau dikenal Muntok White Pepper untuk tembus pasar global. Langkah tersebut sebagai upaya menjamin kesehatan, keamanan dan mutu pangan, serta meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
"Ketertelusuran ini menjadi instrumen penting dalam mendukung hilirisasi komoditas, meningkatkan kepercayaan pembeli internasional, serta memperkuat posisi lada putih Bangka Belitung sebagai produk unggulan di pasar global. Hilirisasi ini bagian dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," ujar Kepala Karantina Babel Herwintarti dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu 22 Januari 2026.
Sepanjang tahun 2025, Herwin menyebut aktivitas ekspor lada putih Bangka Belitung tercatat masih cukup tinggi. Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), volume ekspor mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman 184 kali dengan nilai ekonomi mencapai Rp180 miliar.
“Selain ekspor, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik keluar mencapai 6,32 ribu ton dengan pengiriman 308 kali dengan nilai nominal Rp535,89 miliar. Negara tujuan utama ekspor lada putih Bangka Belitung meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan,” kata dia.

Herwin menjelaskan sebagai implementasi program Go Ekspor, Karantina Babel berperan aktif mendorong pelaku usaha lada putih Bangka Belitung agar mampu menembus dan memperluas pasar ekspor secara berkelanjutan. Program ini difokuskan pada penguatan kesiapan ekspor dari hulu hingga hilir, melalui pendampingan teknis, pengawasan karantina yang ketat, serta peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap persyaratan negara tujuan ekspor sesuai tindakan Sanitari dan Fitosanitari (SPS Measures).
Herwintarti menyampaikan melalui program Go Ekspor, Barantin memastikan setiap tahapan produksi dan pascapanen lada putih Bangka Belitung memiliki ketertelusuran yang jelas, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman.
“Melalui pengawasan karantina yang optimal, kami memastikan lada putih Bangka Belitung memenuhi standar mutu, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) serta memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” jelasnya.
Petani Bangka Sugiono mengungkapkan, hilirasi ekspor lada Babel memberikan motivasi bagi petani untuk mengembangkan perkebunan lada.
"Harapan kita harga lada bisa baik, agar dapat membantu ekonomi masyarakat seperti dahulu kembali, jangan hanya sawit saja yang marak dikembangkan sekarang ini," ujarnya.
Diakui Sugiono, tidak sedikit warga Bangka yang bisa naik haji, menyekolahkan anak dan menghidupi keluarga dari berkebun lada.
Dia berharap, harga lada bisa terus membaik untuk ekonomi petani lada.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....