BKHIT Sultra Terbikan 57.779 Sertifikat

  • 22 Jan 2026 13:33 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sepanjang tahun 2025 telah mengeluarkan sebanyak 57.779 sertifikat Karantina dalam melakukan pengawasan lalu lintas media pembawa, baik Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Kepala Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sultra A.Azhar menjelaskan dari 57.779 Sertifikat Karantina yang di keluarkan sepanjang tahun 2025 tersebut terdiri dari Sertifikat Karantina Hewan (KH) sebanyak 10.227 yang terdiri dari komoditas Daging Sapi, Telur Ayam, dan Sarang Burung Walet, kemudian Karantina Ikan (KI) sebanyak 29.251 sertifikat untuk lalu lintas Ikan hias, Tuna dan Udang Vaname.

“Sedangkan untuk Karantina Tumbuhan (KT) di tahun 2025 kita telah mengeluarkan 18.301 sertifikat untuk lalulintas komoditas Kopra, Lada biji dan Produk Sawit,” tutur A.Azhar di Kendari, Kamis (22/1/2026).

Menurut A.Azhar selain melakukan sertifikasi, Karantina Sultra juga berhasil mengagalkan masuknya sejumlah komoditas tanpa dokumen resmi, di antaranya komoditas teripang, daging ayam, kambing, tanduk rusa, daging babi, taring babi dan benih padi.

“Jadi kita juga di tahun 2025 lalu ada beberapa komoditas yang kami gagalkan masuk ke wilayah Sultra, seperti komoditas teripang, daging ayam dan beberapa komoditas lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut A.Azhar menjelaskan sebelum mengeluarkan sertifikat karantina pihaknya juga melakukan uji standar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan yakni untuk Karantina Hewan dengan parameter uji yakni Trypanosoma sebanyak 178 sampel, Rabies 42 sampel, Brucellosis 496 sampel, Avian Influenza 160 sampel, Bovine Viral Diarrhea 352 sampel, dan Cemaran Mikroba sebanyak 195 sampel.

“Untuk Karantina Ikan kami melakukan uji dengan parameter yakni Necrobia rupifes sebanyak 31 sampel, Tribolium Castaneum peronospora manshurica 11 sampel dan Onion yellow dwarf virus (OYDV) sebanyak 16 sampel,” jelasnya.

A.Azhar menambahkan sementara untuk karantina tumbuhan masing – masing parameter uji yakni VNN 164 sampel, WSSV 3.548 sampel, TSV 200 sampel, IMNV sebanyak 200 sampel, AHPND 200 sampel, Megalocity virus 125 sampel, dan KHV 20 sampel.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....