BPBD Solo Imbau Warga Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
- 22 Jan 2026 03:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Masih adanya potensi cuaca ekstrem karena prediksi intensitas hujan sedang hingga lebat di Solo Raya hingga bulan Februari 2026, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Nico Agus Putranto himbau warga tetap waspada dan siaga.
Ditemui disela-sela kegiatan kerja pada Rabu 21 Januari 2026, Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto menghimbau warga bisa menyiapkan diri, terutama di lingkungan masing-masing jika terjadi banjir atau genangan air.
"Saya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Solo yang pada saat sekarang ini kondisi cuaca yang masih tergolong ekstrem, dimohon untuk waspada dan menyiapkan diri apabila di terjadi genangan air atau banjir dan bisa melakukan evakuasi mandiri, saya juga menghimbau untuk masyarakat memperhatikan betul drainase rumah serta lingkungannya," kata Nico Agus Putranto.
Ditambahkan Nico Agus Putranto juga, sebenarnya dalam tanggap bencana sendiri sudah dilakukan sejak awal tahun 2026 dengan memberikan peringatan cuaca ekstrem kepada wilayah seperti Kelurahan hingga Kecamatan.
"Kita sudah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang disebar ke Kelurahan, sehingga diharapkan warga masyarakat dan pemangku kepentingan memang bisa ikut andil di dalam kesiapsiagaan bencana ini," katanya menambahkan.
Sementara itu secara terpisah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, memperkirakan kondisi hujan lebat hingga sangat lebat masing akan terjadi di Solo Raya sampai bulan Februari 2026.
Hal itu dikatakan langsung Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat 16 Januari 2026.
"Perkiraan cuaca untuk kondisi seperti ini hujan sedang hingga lebat atau sangat lebat terutama di wilayah Solo Raya ini masih ada potensi hingga bulan Februari," ujar Rany Puspita.
Sebelumnya beberapa muka air aliran sungai di Solo juga sudah sempat memasuki zona merah hingga meluap ke area perumahan yang berada di Kampung Sruni, Kadipiro pada Selasa malam, 20 Januari 2026, pasca diguyur hujan.
Tinggi muka air aliran sungai yang sempat memasuki zona merah tersebut diperkirakan tidak hanya karena intensitas hujan tinggi di Solo, namun kiriman air dari Boyolali hingga Wonogiri saat daerah-daerah tersebut juga diguyur hujan lebat dengan durasi yang cukup lama. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....