Fakta Medis Ungkap Mitos Seputar Asam Urat
- 21 Jan 2026 02:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena meningkatnya kasus asam urat di kalangan anak muda menjadi perhatian serius di Surabaya dan sekitarnya. Penyakit yang selama ini identik dengan kelompok lanjut usia kini justru banyak ditemukan pada usia produktif. Kondisi ini memunculkan beragam anggapan di masyarakat, termasuk sejumlah mitos yang tidak sesuai dengan fakta medis dan berpotensi menyesatkan.
Dokter Fitria Damayanti dari Faskes BPJS Kesehatan Surabaya mengungkapkan kekhawatirannya terkait kesalahpahaman tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa, 20 Januari 2026, banyak mitos yang beredar di masyarakat kalau asam urat hanya menyerang orang lanjut usia (lansia). Padahal, berdasarkan riset periode 2025–2026, terjadi peningkatan signifikan kasus asam urat pada kelompok usia muda.
Menurut Dokter Fitria, peningkatan tersebut erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat, terutama konsumsi minuman tinggi fruktosa seperti soda dan minuman manis kemasan. Pola makan tinggi gula serta kurangnya aktivitas fisik dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat dalam darah, meskipun usia penderita masih tergolong muda.
Salah satu mitos yang masih kuat melekat di masyarakat adalah anggapan bahwa konsumsi sayuran hijau seperti bayam dan kangkung menjadi penyebab utama asam urat. “Ada anggapan bahwa sayuran hijau tersebut adalah penyebab utama asam urat, padahal hal ini tidak benar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa purin dari sayuran tidak meningkatkan risiko serangan asam urat secara signifikan dibandingkan purin dari sumber hewani. Selain itu, terdapat pula mitos bahwa penderita asam urat harus menghindari seluruh produk susu. “Faktanya produk susu rendah lemak seperti yogurt atau susu skim justru dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah melalui efek urikosurik,” ucapnya.
Efek ini membantu pengeluaran asam urat melalui urine sehingga bermanfaat bagi penderita. Mitos lain yang kerap beredar adalah anggapan bahwa asam urat merupakan “penyakit orang kaya” akibat terlalu sering mengonsumsi makanan lezat. Menurut Dokter Fitria, asam urat tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan, tetapi juga faktor genetika, fungsi ginjal, serta kondisi medis seperti obesitas dan diabetes.
“Bahkan pada beberapa kasus, orang dengan pola makan sehat pun bisa mengalami kadar asam urat tinggi akibat faktor keturunan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa asam urat tidak hanya menyerang jempol kaki, melainkan bisa mengenai lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan. Dokter Fitria menekankan pentingnya penanganan medis yang tepat dan tidak hanya bergantung pada jamu atau herbal.
“Bahan alami memang bisa membantu meredakan gejala, tetapi untuk kadar asam urat yang tinggi tetap diperlukan obat medis seperti Allopurinol serta pemeriksaan kesehatan berkala untuk mencegah komplikasi jangka panjang,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....