Labuhan Merapi Jadi Wujud Doa dan Rasa Syukur

  • 20 Jan 2026 17:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Labuhan Merapi dalam rangka memperingati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X atau peringatan ulang tahun ke-38 kenaikan takhta Sri Sultan Hamengkubuwono X digelar Selasa, 20 Januari 2026. Labuhan Merapi dilakukan sebagai wujud rasa syukur dan doa bagi keselamatan Raja Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pada momentum ini, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut mengikuti upacara Labuhan Merapi. Dia bersama Paring Dalem Surakso Hargo atau Mbah Asih bersama abdi dalem Keraton Jogja dengan membawa ubarape dari Pendopo Museum Petilasan Mbah Maridjan.

Usai tiba di Sri Manganti Hargo Merapi, upacara Labuhan Merapi dilanjutkan dengan prosesi ritual, doa, dan pembagian nasi serta lauk pauk kepada masyarakat sekitar. Tak hanya masyarakat lereng Gunung Merapi, pembagian ‘berkat’ ini pun juga dinikmati oleh wisatawan yang ikut menyaksikan Upacara Labuhan Merapi.

Danang mengaku bersyukur bahwa salah satu upacara adat yang rutin diadakan di Kabupaten Sleman ini diminati oleh masyarakat sekitar dan wisatawan dari berbagai daerah.

“Harapannya, semakin banyak orang yang dapat memahami dan memaknai Upacara Adat Labuhan Merapi ini. Artinya labuhan ini selain sebagai ritual budaya, juga menarik perhatian menjadi obyek wisata. Tentu ini sangat istimewa bagi kami,” ujar Danang, Selasa, 20 Januari 2026.

Danang menambahkan pelaksanaan upacara adat ini juga dilaksakan untuk memohon keberkahan hidup kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekaligus menjadi bagian dari kegiatan nguri-uri budaya. Menurutnya, penting untuk mendekatkan diri dengan alam dan Tuhan Yang Maha Esa serta saling bersatu dan saling menjaga alam. Di sisi lain, Danang menuturkan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan prosesi adat dapat berjalan sebagaimana semestinya.

“Harapan kami tentunya labuhan ini selain menjadi ritual khusus, juga kedepannya dapat terus menjadi daya tarik bagi wisatawan, khususnya bagi yang ingin melihat secara langsung kegiatan budaya ini sebagai bagian dari nguri-uri budaya di Kabupaten Sleman,” ucap Danang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....