Sekolah Rakyat Ciptakan Generasi Emas, Pacu Ekonomi Lokal
- 20 Jan 2026 07:24 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Asisten I Setda Maluku Djalaludin Salampessy mengatakan program Sekolah Rakyat (SR) bertujuan memperkuat sumber daya manusia (SDM) menuju Generasi Emas 2045. Program ini juga memberi efek domino terhadap pengurangan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi lokal dan UMKM di sekitar lokasi sekolah.
Dikatakan, hingga saat ini satu SR telah beroperasi di Kota Ambon, sedangkan dua sekolah telah memasuki tahap pembangunan melalui proses groundbreaking di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tengah.
“Untuk Maluku, minimal tiga SR dipastikan berjalan tahun ini. Dua sudah groundbreaking dan satu di Ambon milik provinsi ini sudah berjalan,” kata Djalaludin Salampessy.
Ia menjelaskan, secara nasional terdapat 108 usulan Sekolah Rakyat. Namun, baru 64 lokasi yang dinyatakan siap, sehingga masih terdapat sekitar 40 lokasi kosong yang berpeluang diisi, termasuk dari Provinsi Maluku. Usulan Maluku sempat terlambat karena kesiapan pembangunan, namun setelah dilakukan koordinasi lintas kementerian, peluang tersebut kembali terbuka.
Menurut Djalaludin, pembangunan fisik Sekolah Rakyat menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum, sementara usulan berasal pemerintah daerah hanya berperan menyiapkan lahan. Seluruh pembiayaan, mulai dari sarana prasarana hingga kebutuhan operasional, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat.
Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Dalam satu tahun ajaran, satu sekolah akan menerima sekitar 100 siswa. Jika dikembangkan di seluruh kabupaten dan kota di Maluku, program ini diperkirakan dapat menjangkau lebih dari seribu siswa.
Selain manfaat pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Djalaludin menyebutkan, pembangunan sekolah akan melibatkan masyarakat setempat dan membuka peluang tumbuhnya UMKM, sehingga wilayah tersebut berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
“Kita memang belum menghitung dampak pengurangan kemiskinan secara kuantitatif, tetapi keberadaan sekolah pasti mendorong UMKM tumbuh dan memberi tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....