Permudah Akses Warga Tawiri, Kodaeral IX & Masyarakat Bangun Jembatan Gantung
- 10 Jun 2026 10:30 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pembangunan jembatan gantung di Kali Waisawa kini menjadi angin segar untuk mempermudah akses mobilitas masyarakat di wilayah pedesaan Maluku. Infrastruktur vital ini dibangun secara swadaya oleh TNI AL melalui Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX bersama warga Dusun Sawa, Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Langkah nyata ini merupakan bagian dari program karya bakti Kodaeral IX yang bertujuan mendorong kesejahteraan masyarakat lewat konektivitas yang lebih baik. Jembatan sepanjang 14 meter dan lebar satu meter ini nantinya akan memotong jalur isolasi dan mempermudah urusan ekonomi, pendidikan, hingga kegiatan sosial warga.
Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi hadir langsung meninjau jalannya pembangunan mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Selasa 9 Juni 2026. Ia menegaskan pentingnya jembatan ini sebagai sarana penghubung utama bagi warga Dusun Sawa.
“Saat ini kita fokuskan pada pemasangan batang kelapa dan tali bentangan jembatan gantung sampai tuntas," ujarnya.
Wadan Kodaeral IX turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat persatuan yang ditunjukkan oleh prajurit dan warga setempat. Sinergi yang kuat antara TNI dan rakyat diyakini menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah guna meningkatkan kualitas hidup dan mendorong kemajuan wilayah Maluku.
Kehadiran jembatan baru ini pun disambut dengan penuh rasa syukur oleh para tokoh dan masyarakat Negeri Tawiri. Tokoh Agama setempat, Pendeta Thomas Pattinasarany, menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian besar TNI AL yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar jemaatnya.
Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Kelvin Sambono, seorang siswa kelas 5 SD Negeri 1 Tawiri yang biasa menyeberangi sungai dengan bertelanjang kaki. Kini, bocah tersebut bisa pergi ke sekolah dengan aman tanpa perlu takut basah, hanyut terbawa arus, atau memutar jalan terlalu jauh.
"Sekarang beta bisa menyeberang, tidak lagi buka sepatu lagi untuk pergi dan pulang sekolah, terimakasih TNl AL sudah bantu," ujarnya dalam dialeg Ambon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....