Pemkab Lamongan Distribusikan 14,5 Ton Beras untuk Korban Banjir
- 19 Jan 2026 14:15 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus intensifkan penanganan dampak banjir yang melanda wilayah Bengawan Jero dengan mendistribusikan bantuan beras ke lima kecamatan terdampak, yakni Kalitengah, Glagah, Turi, Deket, dan Karangbinangun. Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyampaikan, total bantuan beras yang telah tersalurkan mencapai 14,5 ton untuk 17.623 jiwa yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Target distribusi sementara kita sebanyak 24 ton, sedangkan stok yang siap saat ini masih 8 ton, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 2 ton. Kami sudah bersurat ke pusat melalui Badan Pangan Nasional serta melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi agar cadangan beras dapat segera terpenuhi,” ujar Dirham, Senin, 19 Januari 2026.
Dirham menjelaskan, saat ini terdapat 44 desa terdampak di lima kecamatan tersebut. Dari jumlah itu, lebih dari 26 desa telah menerima distribusi bantuan beras, sementara pendataan terus dilakukan secara berkala di tingkat desa dan kecamatan.
Selain bantuan pangan, pemerintah daerah juga memastikan distribusi logistik dan layanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal. “Kami juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis di setiap desa terdampak. Seluruh camat diperintahkan untuk standby jika ada kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat,” tuturnya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Lamongan menerapkan kebijakan pembelajaran daring untuk sekolah yang terdampak parah. Namun, bagi sekolah yang masih memungkinkan melakukan pembelajaran tatap muka, pemerintah menyiapkan sarana transportasi khusus.
“BPBD Kabupaten Lamongan menyediakan perahu karet, sementara Polres Lamongan menyiapkan armada truk untuk mengantar siswa ke sekolah,” ujar Dirham.
Penanganan banjir dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, serta instansi terkait lainnya. Sebanyak 14 unit pompa air di wilayah Babat, Kuro, dan Melik terus dioperasikan untuk mempercepat surutnya genangan.
Khusus di wilayah Kuro, operasional pompa diperpanjang dari pukul 07.00 hingga 20.00 WIB dengan total kapasitas 9.500 liter per detik. Pompa tersebut berasal dari berbagai instansi, termasuk pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan BBWS, yang terus berkoordinasi untuk memaksimalkan penanganan banjir.
Pemkab Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi di lapangan serta memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. “Kami terus melakukan evaluasi dan pendataan agar distribusi bantuan tepat sasaran, sekaligus memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan logistik tetap terjamin selama masa tanggap darurat,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....