Jalan Simpang Moyo–Lu Air Kembali Terputus

  • 18 Jan 2026 08:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa: Ruas jalan Simpang Jalan Negara (SJN) Moyo–Lu Air di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, kembali terputus akibat diterjang banjir. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Desa Batu Bangka, khususnya ke Dusun Prajak, sehingga terputusnya jalur ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi logistik.

Kepala Balai Jalan Provinsi (BJP) Wilayah Pulau Sumbawa, Mustafa, S.T., M.T, Minggu 18 Januari 2026, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat untuk mengatasi kondisi tersebut.

Menurut Mustafa, berdasarkan laporan yang diterima dari lapangan, banjir dengan debit air cukup besar kembali menggerus badan jalan. Sehingga menyebabkan kerusakan parah dan memutus akses transportasi masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim teknis BJP langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan melihat secara langsung tingkat kerusakan yang terjadi.

“Setelah menerima informasi bahwa ruas jalan SJN Moyo–Lu Air, khususnya akses menuju Desa Batu Bangka dan Dusun Prajak, kembali putus akibat banjir, kami segera bergerak ke lapangan untuk melihat kondisi riil kerusakan jalan,” ujarnya.

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan adanya genangan air di badan jalan, penurunan permukaan jalan, serta indikasi longsoran di beberapa titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga aktivitas masyarakat setempat terganggu.

Mustafa menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan langkah teknis penanganan melalui program tanggap darurat. Penanganan tersebut dilakukan dengan berkoordinasi secara intensif bersama berbagai pihak terkait, mulai dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, Pemerintah Desa Batu Bangka, hingga unsur masyarakat setempat.

“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar penanganan darurat dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Fokus utama kami adalah membuka kembali akses jalan sementara agar aktivitas masyarakat dan penyaluran bantuan dapat segera berjalan,” katanya.

Langkah darurat yang akan dilakukan meliputi pembukaan jalur sementara, pengurasan genangan air di badan jalan, serta identifikasi kerusakan struktural seperti longsor dan penurunan tanah. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas warga sembari menunggu penanganan permanen.

Selain itu, BJP Wilayah Pulau Sumbawa juga mulai menyusun rencana jangka panjang guna mencegah kejadian serupa terulang. Rencana tersebut mencakup perbaikan sistem drainase, penguatan lereng jalan yang rawan longsor, serta peningkatan struktur badan jalan di titik-titik rawan banjir.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu dalam proses penanganan darurat. Tanpa dukungan masyarakat setempat, upaya pemulihan akses jalan tidak akan berjalan optimal,” pungkas Mustafa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....