Ketakwaan Kepada Allah SWT Landasan Kehidupan

  • 17 Jan 2026 15:03 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara, H. Ahmad Raharusun, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa shalat merupakan fondasi utama pembentukan moral bangsa. Penegasan tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid Al Huriyah 45 Kota Tual, Jumat (16/1/2026).

Dalam khutbahnya, Kakan Kemenag mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai landasan kehidupan. Menurutnya, ketakwaan menjadi kunci lahirnya keberkahan, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan peristiwa pendidikan iman dan peradaban umat. Pada masa terberat perjuangan dakwah Rasulullah SAW, Allah SWT justru mewajibkan shalat sebagai penopang dan penguat umat.

“Shalat yang ditegakkan dengan benar bukan hanya kewajiban ritual, tetapi pendidikan karakter yang melahirkan kejujuran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kepedulian sosial,” tegasnya.

H. Ahmad Raharusun menilai pesan Isra’ Mi’raj sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang menghadapi tantangan moral, krisis keteladanan, serta melemahnya nilai kejujuran dan tanggung jawab publik. Oleh karena itu, shalat harus benar-benar dibumikan agar berdampak nyata dalam kehidupan sosial.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 45 yang menegaskan bahwa shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Menurutnya, apabila shalat dilaksanakan secara benar dan konsisten, maka akan membentuk pribadi yang berintegritas dalam berbagai peran kehidupan, baik sebagai anggota masyarakat, aparatur, maupun pemimpin.

“Pegawai dan pejabat yang menjaga shalatnya akan merasa diawasi oleh Allah, sehingga enggan berbuat curang dan menyalahgunakan amanah,” ujarnya.

Selain menekankan shalat, Kakan Kemenag juga mengingatkan pentingnya keberanian menyampaikan kebenaran walaupun pahit, sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW pasca peristiwa Isra’ Mi’raj. Nilai ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga keadilan dan kemuliaan bangsa.

Menutup khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Isra’ Mi’raj sebagai sarana introspeksi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak sosial.

“Shalat tidak boleh hanya menjadi rutinitas, tetapi harus membentuk akhlak mulia dan memperkuat persatuan serta kemaslahatan bangsa,” pungkasnya.

Khutbah Jumat tersebut diakhiri dengan doa agar Allah SWT senantiasa membimbing umat Islam untuk mampu membumikan nilai-nilai Isra’ Mi’raj dalam kehidupan nyata, sehingga tercipta masyarakat yang adil, damai, dan bermartabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....