Penutupan Bulan Maria di Stasi Kota Lama Berlangsung Khidmat
- 01 Jun 2026 21:11 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Ribuan umat Katolik Santo Yosep Dobo menggunakan tiga kapal motor menuju Stasi Kota Lama, untuk mengikuti perayaan Penutupan Bulan Maria, Minggu (31/5/2026). Kegiatan diawali dengan doa pembukaan di dermaga kota Dobo pada pukul 11.50 WIT. Rombongan kemudian bertolak menuju Kota Lama dan tiba sekitar pukul 13.54 WIT.
Setibanya di lokasi, umat disambut meriah oleh umat Katolik Stasi Kota Lama, melalui tarian adat khas Kepulauan Aru. Setelah prosesi penyambutan, umat diarak menuju Goa Bunda Maria. Anak-anak Sekami turut memeriahkan suasana dengan nyanyian dan tarian sebagai bentuk sukacita menyambut para peziarah.

Prosesi penyambutan ditutup dengan penampilan tarian khas Kepulauan Kei di depan Goa Ave Maria Rosa Mistika Kota Lama.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Misa Ekaristi yang dipimpin oleh RD Corsand Rahaded. Dalam homilinya, RD Corsand menegaskan bahwa umat diajak untuk mendengarkan Allah yang tidak hanya Maha Kuasa, tetapi juga Maha Kasih.
Mengacu pada Injil yang dibacakan pada Hari Raya Tritunggal Maha Kudus, ia menyampaikan bahwa Allah begitu mengasihi dunia sehingga mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal agar setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal.
Menurutnya, kasih Allah nyata dalam misteri Tritunggal Maha Kudus, yakni Allah Bapa yang mengasihi, Putra yang diutus untuk menyelamatkan, dan Roh Kudus yang terus berkarya dalam hati umat beriman. Allah Tritunggal bukanlah Allah yang jauh, melainkan Allah yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam refleksinya, RD Corsand mengajak umat merenungkan tiga hal penting.

Pertama, Allah telah lebih dahulu mengasihi manusia. Dijelaskan, sering kali manusia merasa harus sempurna agar dicintai, namun Injil menegaskan bahwa kasih Allah diberikan bahkan ketika manusia masih lemah. Kasih Allah bukan hadiah karena manusia baik, melainkan anugerah yang menyelamatkan.
Kedua, iman bukan sekadar mengetahui Tuhan, melainkan percaya kepada-Nya. Percaya berarti menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering lebih percaya pada kekuatan diri sendiri atau dikuasai rasa takut dan kekhawatiran. Allah Tritunggal mengajak umat untuk membuka hati dan mengandalkan Tuhan.
Ketiga, kasih Allah harus nyata dalam kehidupan umat. Kasih Allah Tritunggal tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi harus diwujudkan melalui perhatian, pengampunan, kesabaran, dan kepedulian kepada sesama. Dunia membutuhkan lebih banyak orang yang menunjukkan wajah Allah yang penuh kasih, bukan yang mudah menghakimi atau menyakiti.

"Hari Raya Tritunggal Mahakudus mengajak kita semakin menyadari bahwa hidup kristiani berakar dari Allah. Kita berasal dari kasih, hidup dalam kasih, dan dipanggil untuk membagikan kasih. Ketika kita membagikan kasih, Allah Tritunggal hidup dalam diri kita dan perlahan mengubah kita menjadi pribadi yang lebih damai, rendah hati, dan peduli kepada sesama," ungkap RD Corsand.
Perayaan Misa Ekaristi berakhir pada pukul 16.18 WIT. Berdasarkan pantauan RRI, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari keberangkatan di dermaga kota Dobo, perjalanan menuju Kota Lama, hingga berakhirnya acara dengan berkat penutup yang dipimpin RD Corsand Rahaded dan santap kasih bersama, berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....