Menjelang Idulfitri, Dinkes Kota Pekalongan Sidak Takjil dan Jajan Lebaran
- 18 Mar 2026 19:23 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Makanan Berbahaya
- Sidak Jajanan Lebaran
- Takjil
- Kota Pekalongan
RRI.CO.ID, Pekalongan — Memasuki penghujung Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 hijrah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan bersama 14 Puskesmas menggiatkan pengawasan dan inspeksi mendadak (sidak) terhadap jajanan lebaran dan takjil. Tujuan kegiatan ini ialah untuk pastikan keamanan makanan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat.
Tim Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyisir sejumlah titik penjual jajanan lebaran. Kegiatan ini difokuskan pada pengambilan sampel dan pengujian sejumlah panganan yang dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya.
Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh mengungkapkan, pengawasan ini rutin dilakukan setiap Ramadan hingga menjelang lebaran, Mengingat, jumlah pedagang takjil musiman di berbagai titik keramaian kian meningkat.
“Karena dari hasil pengawasan sebelumnya, masih ditemukan adanya bahan kimia berbahaya pada sejumlah produk. Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil namun sering dan tanpa disadari, tentu akan menimbulkan risiko terhadap kesehatan,” ungkapnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Dalam sidak kali ini, ia menuturkan, Dinkes menetapkan empat jenis bahan kimia berbahaya sebagai objek utama pengawasan. Ada Formalin, Boraks, Pewarna Rhodamin B (Rhodamin Blue), dan Methanil Yellow.
Maysaroh merinci, formalin umumnya disalahgunakan pada produk seperti mie basah dan tahu agar lebih tahan lama., sedangkan boraks kerap ditemukan pada produk olahan daging seperti bakso dan sempolan untuk memberikan tekstur kenyal yang lebih padat. Sementara, pewarna tekstil berbahaya seperti Rhodamin B dan Methanil Yellow biasanya terdeteksi pada jajanan yang memiliki warna mencolok dan tidak merata.
“Kita mengambil sampel dari panganan yang dicurigai mengandung empat bahan tersebut, dengan melihat kekhasan masing-masing. Misalnya mie basah dan tahu untuk formalin, bakso dan sempolan untuk boraks, serta jajanan berwarna mencolok untuk pewarna berbahaya,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....