Subandriyah Jelaskan Pahala Kebaikan Sekecil Zarah
- 17 Mar 2026 03:52 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Rambut dan kuku menjadi bagian kecil dari tubuh manusia yang terus tumbuh tanpa kita sadari. Pertumbuhan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap langkah kehidupan manusia, sekecil apa pun, dapat bernilai pahala di sisi Allah SWT apabila dilakukan dengan niat kebaikan.
Dr. Subandriyah, MM mengatakan bahwa untuk memulai sebuah kebaikan tidak perlu menunggu hal besar. Satu langkah kecil yang dilakukan dengan niat baik dapat berdampak pada pahala yang berlipat ganda, meskipun manusia tidak perlu menghitungnya.
Hal tersebut disampaikan Dr. Subandriyah dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Sabtu 14 Maret 2026. Ia mengingatkan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan manusia akan tercatat oleh Allah SWT.
| Baca juga: Ramadhan Momentum Sucikan Hati dan Jaga NKRI |
Menurutnya, dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 dijelaskan bahwa perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti seseorang yang menabur benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Selain itu, dalam Surah Al-Zalzalah ayat 7 dan 8 juga dijelaskan bahwa siapa pun yang melakukan kebaikan seberat zarrah, meskipun sangat kecil seperti biji sawi, maka ia akan melihat balasannya. Begitu pula dengan kejahatan sekecil apa pun, juga akan mendapatkan balasannya.
Ayat-ayat tersebut menjadi bukti bahwa Allah SWT Maha Kaya dan Maha Mengetahui segala perbuatan manusia.Setiap kebaikan sekecil apa pun tidak akan luput dari penilaian Allah dan dapat menjadi pahala bagi hamba-Nya.
Dr. Subandriyah mengajak masyarakat untuk mulai melakukan kebaikan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan memungut sampah plastik kecil di jalan agar tidak membahayakan orang lain yang melintas.
Tindakan kecil seperti itu bisa saja mencegah seseorang dari kecelakaan atau terjatuh. Jika dibiarkan, benda kecil di jalan dapat menimbulkan bahaya bagi orang lain dan berdampak buruk bagi keselamatan mereka.
Ia juga mencontohkan peran seorang guru yang mengajarkan membaca kepada peserta didik. Dari mengenal satu huruf hingga mampu membaca kalimat, proses tersebut menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama ilmu tersebut dimanfaatkan oleh orang lain.
Melalui momentum Ramadhan, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk memperbanyak amal kebaikan, sekecil apa pun bentuknya, karena setiap langkah kebaikan akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....