Ramadhan Momentum Sucikan Hati dan Jaga NKRI
- 26 Feb 2026 04:38 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Bulan suci Ramadhan menjadi momentum tepat untuk merenungkan kembali pentingnya menjaga kesucian hati sebagai fondasi merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan hati yang bersih, masyarakat diharapkan mampu menebarkan kebaikan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Dalam Kultum Siaran Khusus Ramadhan 1447 Hijriah di Pro 1 RRI Tahuna, Kamis 26 Februari 2026, Dr. Subandriyah, MM, mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai sarana menyucikan jiwa dari berbagai penyakit hati seperti iri, dengki, riya, syirik, serta hasrat duniawi yang berlebihan.
Menurutnya, hati yang bersih akan lebih mudah menerima kebenaran dan kebaikan. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih kejujuran, ketulusan, serta keikhlasan dalam beribadah hanya mengharapkan ridho Allah SWT.
Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri.” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa taubat dan penyucian diri adalah amalan yang dicintai Allah.
Sebelum memasuki ibadah puasa, umat Muslim diimbau mempersiapkan diri secara menyeluruh, bukan hanya membersihkan fisik melalui mandi, wudhu, dan berpakaian bersih, tetapi juga membersihkan hati dari beban duniawi. Termasuk di dalamnya menyelesaikan hutang puasa, hutang harta, serta saling memaafkan dengan keluarga, tetangga, dan rekan kerja.
Bagi yang mampu, persiapan Ramadhan juga dilakukan dengan menghitung dan menunaikan zakat mal untuk disalurkan kepada yang berhak menerima. Langkah ini menjadi bagian dari penyucian harta sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan, saat Ramadhan tiba umat Islam hendaknya mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat. Waktu sebaiknya diisi dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, menjaga panca indera, serta membatasi konsumsi media sosial yang tidak berkaitan dengan nilai-nilai ibadah.
Ramadhan juga menjadi saat yang tepat untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap gerak dan langkah bernilai ibadah. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menghidupkan budaya gotong royong demi terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.
Di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, menjaga kesucian hati turut bermakna merawat kebhinekaan. Saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga keharmonisan antar warga menjadi kunci menciptakan kehidupan yang rukun dan damai. Dengan hati yang bersih dan jiwa yang suci, semangat persatuan demi NKRI pun akan semakin kokoh.(Azizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....