Menghidupkan Malam Qadar dengan Zikir dan Doa
- 16 Mar 2026 18:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa bagi umat Islam. Malam yang diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan ini memiliki keutamaan luar biasa karena nilainya lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk zikir dan doa, guna meraih keberkahan malam tersebut.
Lailatul Qadar disebut sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta malam penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Pada malam ini, para malaikat turun ke bumi membawa ketentuan dan kebaikan bagi hamba-hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Dai dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah, Ali Junaidi, menjelaskan bahwa zikir menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan. Menurutnya, zikir bukan hanya sekadar bacaan yang diucapkan, tetapi juga bentuk kesadaran hati dalam mengingat kebesaran Allah.
“Zikir pada malam Lailatul Qadar merupakan bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Ketika seseorang memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir dengan penuh keikhlasan, maka itu menjadi salah satu cara meraih rahmat dan ampunan Allah di malam yang penuh kemuliaan tersebut,” ujarnya, saat berbincang bersama RRI Surabaya dalam program Berkah Ramadhan, Senin, 16 Maret 2026.
Dijelaskannya, salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada malam tersebut (Lailatul Qadar) adalah memperbanyak zikir. Menurutnya, zikir menjadi sarana bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menenangkan hati di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.
Bacaan zikir seperti tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar dapat dilakukan secara berulang sebagai bentuk penghambaan dan pengakuan atas kebesaran Allah. Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa pada malam tersebut.
Doa yang paling dianjurkan adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni,” yang berarti “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada istrinya, Aisyah binti Abu Bakar ketika beliau menanyakan doa yang sebaiknya dibaca saat malam Lailatul Qadar.
Ia menambahkan bahwa kesempatan bertemu dengan malam Lailatul Qadar seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh umat Islam, terutama dengan memperbanyak ibadah sederhana namun penuh makna seperti zikir dan doa. “Tidak semua orang mampu melakukan ibadah berat seperti qiyamul lail sepanjang malam, tetapi zikir bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Yang terpenting adalah keikhlasan hati serta kesungguhan dalam memohon ampunan kepada Allah,” ucapnya.
Momentum sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Banyak masjid mengadakan kegiatan i’tikaf, zikir bersama, serta qiyamul lail untuk menghidupkan malam-malam tersebut. Semangat beribadah ini menjadi wujud harapan agar dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Melalui zikir dan doa yang tulus, umat Islam diharapkan tidak hanya memperoleh pahala yang besar, tetapi juga memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan atas segala kesalahan yang telah dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....