I’tikaf Hidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

  • 15 Mar 2026 14:41 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, sejumlah masjid mulai ramai dipadati jamaah yang melaksanakan i’tikaf. Tradisi berdiam diri di masjid untuk beribadah ini menjadi salah satu cara umat Muslim menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan.

Dalam i’tikaf, jamaah biasanya mengisi waktu dengan berbagai amalan seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus berharap dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Dilansir dari islam.nu.or.id, i’tikaf diartikan sebagai berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Amalan ini merupakan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Tradisi tersebut kemudian terus dijalankan oleh para sahabat dan umat Islam hingga saat ini.

Selain sebagai ibadah, i’tikaf juga menjadi momen bagi jamaah untuk lebih menenangkan diri, menjauh sejenak dari kesibukan dunia, serta memperbanyak refleksi spiritual di penghujung Ramadan.

Melalui tradisi i’tikaf ini, umat Muslim diharapkan dapat memaksimalkan ibadah pada sisa Ramadan sekaligus meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT sebelum bulan suci berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....