Janji Allah bagi Orang Bertakwa: Berkah, Furqan, dan Rezeki
- 09 Mar 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Para ulama mengatakan bahwa orang yang bertakwa memperoleh berbagai keutamaan dari Allah SWT. Keutamaan tersebut menjadi janji Ilahi bagi mereka yang menjaga iman dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pertama, Allah SWT akan memberikan anugerah kepada mereka yang benar-benar bertakwa sebuah bentuk kehidupan yang penuh keberkahan. Keberkahan itu dimunculkan dari bumi dan diturunkan dari atas langit,” ujar Musyrif Tahfidzul Qur’an SD IT Vinca Rosea Tahfizh International Lhokseumawe, Khairunnasri dalam program Syiar Ramadan Jelang Berbuka di PRO3 RRI, Senin, 9 Maret 2026.
Ia mencontohkan berbagai wilayah yang pernah menjadi pusat peradaban Islam memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hal tersebut menjadi gambaran bagaimana keberkahan dapat dirasakan oleh masyarakat yang menjaga nilai-nilai keimanan.
“Dari Sabang sampai Merauke bekas-bekas kerajaan Islam seperti Darussalam, Samudera Pasai, Peurlak, hingga Ternate dan Tidore. Buminya sangat berkah dengan hasil alam dan laut melimpah,” katanya.
Selain keberkahan, orang yang bertakwa juga dianugerahi kemampuan membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Kemampuan tersebut disebut sebagai furqan yang menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan.
“Kekuatan furqan adalah kekuatan metafisik. Kekuatan yang menerjemahkan mana yang halal dan mana yang haram,” ujarnya.
Khairunnasri menambahkan bahwa orang bertakwa juga diberikan jalan keluar dari berbagai persoalan kehidupan. “Orang yang bertakwa akan dianugerahi kekuatan untuk menemukan solusi terhadap seluruh problematika hidup dengan cara yang tidak pernah diduga,” ucapnya.
Ia menjelaskan rezeki yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan materi atau harta. Kesehatan, keluarga yang harmonis, lingkungan baik, serta urusan yang dimudahkan juga termasuk bagian dari rezeki.
Keutamaan lain bagi orang bertakwa adalah pengampunan dosa serta pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT. “Dalam konsep ketuhanan, takwa itu menguntungkan secara duniawi terlebih ukhrawi,” katanya.
Khairunnasri juga mengingatkan umat Islam agar tidak terlalu terpesona oleh gemerlap kehidupan dunia. Ia menegaskan bahwa kenikmatan dunia hanyalah sebagian kecil dibandingkan balasan yang disiapkan Allah SWT di akhirat.
“Kita tidak perlu memperebutkan dunia secara berlebihan, sebab nikmat dunia hanya satu persen. Sisanya Allah simpan di surga bagi mereka yang bertakwa,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat ketakwaan dan memperbaiki kualitas keimanan. Dengan demikian, umat Islam tidak mudah tertipu oleh gemerlap dunia dan lebih fokus pada kehidupan akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....