Jaga Lisan saat Puasa, Kunci Keselamatan Sesama Muslim
- 05 Mar 2026 14:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dalam Islam, keselamatan seseorang sangat bergantung pada kemampuannya menjaga lidah. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tanda sempurnanya iman adalah berkata baik atau memilih diam.
Awaluddin Umar Ladoangin, penyuluh agama Islam Kemenag Makassar dalam Program RRI Cahaya Ramadan 1447 H mengungkapkan “orang Islam itu adalah orang yang mampu menyelamatkan orang islam lainnya dari gangguan lisannya dan gangguan tangannya dan dia berhijrah dari perbuatan-perbuatan tercelah. Menyimak hadits tersebut, betapa pentingnya menjaga lisan Jadi puasa tidak saja menjaga jangan sampai makan dan minum tetapi puasa juga kita mampu menjaga lisan kita”.
| Baca juga: Ramadhan Ajarkan Sabar, Pahala tanpa Batas |
Dikatakan, orang Islam mampu menyelamatkan orang islam lainnya dari gangguan lisan dan gangguan tangannya. Gangguan lisan yang dimaksud berupa perbuatan mencela, mencari-cari kekurangan orang lain ,atau ghibah menceritakan keburukan di belakang.
Al-Quran dalam surah Al-Hujurat ayat 12, “"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."
Awaluddin menjelaskan bahwa ibadah puasa sejatinya adalah latihan pengendalian diri yang komprehensif. “Jadi ibadah puasa bukan saja menahan lapar dan dahaga tapi menahan lisan dari perkataan-perkataan yang buruk menahan lisan dari celaan-celaan atau hinaan-hinaan terhadap orang lain”.
Menjaga lisan merupakan bentuk tertinggi dari pengendalian diri. Hal ini karena apa yang terucap dari mulut sebenarnya adalah cerminan dari apa yang memenuhi bejana hati.
Melalui momentum Ramadan 1447 H ini, Awaluddin mengajak masyarakat untuk menjadikan lisan sebagai sarana penebar kedamaian. “Puasakan seluruh anggota badan, pendengaran, penglihatan termasuk lisan, bahkan hati sekalipun. Semoga ibadah puasa kali ini menjadi lebih baik daripada sebelumnya” terang Awaluddin
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....