Spectaxcular Ngabuburit KPP Pratama Batang Hadirkan Bazar hingga Layanan SPT
- 04 Mar 2026 15:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Momen Ramadan dimanfaatkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batang untuk menghadirkan kegiatan bertajuk Spectaxcular Ngabuburit yang memadukan edukasi pajak dan pemberdayaan UMKM. Program ini dirancang untuk menyemarakkan masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan dengan pendekatan yang lebih dekat ke masyarakat.
Kegiatan yang digelar Rabu, 4 Maret 2026 tersebut menghadirkan rangkaian acara mulai dari aksi simpatik, edukasi daring, hingga bazar UMKM dan Business Development Services (BDS). Pegawai pajak, pelaku UMKM, wajib pajak, dan masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Kepala KPP Pratama Batang, Muhammad Herijanto Wahjudi Utomo, hadir meninjau langsung stan bazar para pelaku usaha binaan. "Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran dan inisiatif masyarakat agar menyampaikan SPT Tahunan tepat waktu," ungkapnya.
Rangkaian acara sebenarnya telah dimulai sejak 24 Februari 2026 melalui aksi pembagian takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Dalam kesempatan itu, petugas juga membagikan leaflet berisi informasi dan ajakan pelaporan SPT Tahunan.
Edukasi perpajakan juga dilakukan secara daring melalui siaran langsung Instagram bertema pelaporan SPT Tahunan. Masyarakat mendapatkan panduan praktis melaporkan SPT melalui Coretax DJP sekaligus dapat berinteraksi langsung dengan petugas pajak.
Puncak acara ditutup dengan BDS berupa bazar UMKM yang menampilkan beragam produk lokal unggulan. Para pelaku usaha yang berpartisipasi juga telah melaporkan SPT Tahunan sebagai bentuk kepatuhan sekaligus dukungan terhadap peningkatan kesadaran pajak.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk membangun kesadaran pajak dalam suasana kebersamaan. KPP Pratama Batang juga membuka jam layanan tambahan khusus pelaporan SPT Tahunan guna memudahkan masyarakat.
Melalui Spectaxcular Ngabuburit, KPP Pratama Batang berharap edukasi perpajakan dapat diterima lebih luas dan tidak lagi dipandang kaku. Pendekatan yang humanis dan kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di bulan suci Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....