Sedekah di tengah Kesempitan Hidup

  • 04 Mar 2026 15:00 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Program Kajian Mutiara Sore di Pro 4 RRI Medan kembali mengajak pendengar merenungkan makna sedekah di tengah kondisi kehidupan yang tidak selalu mudah, khususnya di bulan Ramadan.

Dalam tausiyahnya, Dr. Syarto, Lc, M.A mengatakan memasuki bulan Ramadan, tidak hanya rasa lapar dan haus yang dirasakan, tetapi juga beban kehidupan yang bagi sebagian orang terasa semakin berat. Ada yang pendapatannya menurun, memiliki tanggungan utang, hingga memikirkan kebutuhan pendidikan anak.

Di tengah kondisi tersebut, Islam tetap mengajarkan pentingnya sedekah. Ia menekankan bahwa Allah SWT tidak menunggu seseorang dalam keadaan kaya untuk berbagi. Justru dalam keadaan sempit, keikhlasan dan kepercayaan kepada Allah diuji.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW bahwa sedekah yang paling utama adalah ketika seseorang memberi dalam keadaan takut miskin dan berharap kaya. Dalam kondisi itulah, menurutnya, terlihat sejauh mana seseorang lebih percaya kepada Allah dibandingkan hartanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Hasr ayat 9 tentang orang-orang yang mendahulukan kepentingan orang lain meskipun mereka sendiri berada dalam kesempitan. Ayat tersebut menjadi gambaran keteladanan para sahabat dalam mengalahkan ego dan rasa takut kekurangan.

Disampaikan pula bahwa setan kerap membisikkan rasa takut miskin saat seseorang hendak berinfak. Namun Allah menjanjikan ampunan dan keutamaan bagi mereka yang gemar berbagi. Bahkan ditegaskan dalam hadis bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta.

Menurutnya, balasan sedekah tidak selalu berbentuk materi. Allah bisa saja menggantinya dengan ketenangan hati, kemudahan urusan, atau rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

“Takutlah kamu dengan api neraka walau dengan separuh kurma,” demikian pesan Rasulullah SAW yang kembali diingatkan dalam kajian tersebut, sebagai penegasan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang diberikan dengan ikhlas memiliki nilai di sisi Allah.

Kajian ditutup dengan ajakan agar Ramadan tidak hanya menjadikan umat Islam lebih kuat menahan lapar dan haus, tetapi juga lebih berani berbagi dan memperkuat iman kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....