Ramadan Bijak, Kendalikan Konsumsi dan Perbanyak Berbagi
- 02 Mar 2026 21:22 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Beragam tren yang muncul selama bulan Ramadan kerap meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat. Mulai dari tren makanan dan minuman viral hingga fesyen muslim yang diminati, semuanya mendorong keinginan untuk berbelanja lebih banyak.
Akademisi Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Itsla Yunisva Aviva, mengatakan membeli makanan atau minuman yang sedang viral selama Ramadan boleh saja dilakukan. Dalam Islam, manusia tidak dilarang menggunakan hartanya dan diperbolehkan membelanjakan rezeki untuk sesuatu yang diinginkan.
"Sekarang kan banyak war takjil ya, jadi di mana-mana kita sudah ada list nih ini hari ini bukber ke mana, kunjungan takjil di mana. Itu sah-sah saja ya, dalam Islam bukan berarti bahwa kita itu tidak boleh menikmati harta, boleh," katanya, saat mengisi program Hikmah Ramadan di Pro 1 RRI Palangka Raya, Minggu, 1 Maret 2026.
Itsla menambahkan, meski tidak dilarang menikmati harta, masyarakat tetap dianjurkan untuk bijak dalam berbelanja. Salah satunya dengan menentukan prioritas dan tidak mengikuti hawa nafsu semata saat melihat berbagai pilihan yang menggoda.
"Bahwa kita harus bisa membedakan di Ramadan ini, kita harus bijak yaitu mana yang kita butuhkan yang kita sebut dengan needs atau kebutuhan dan mana itu yang keinginan atau wants gitu ya. Kalau kita nafsu ya semuanya pingin dibeli begitu," katanya.
Ia menekankan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum pengendalian diri, bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan keinginan berlebihan. Dengan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, masyarakat dapat mengatur pengeluaran secara lebih terarah.
Menjalani Ramadan yang bijak berarti belanja secukupnya dan berbagi sebanyaknya. Dengan mengendalikan konsumsi, umat Muslim dapat mengalokasikan lebih banyak rezeki untuk membantu sesama dan memperkuat nilai kepedulian sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....