Kisah Ramadan di Perantauan

  • 25 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Program Ronda (Ruang Obrolan Pro 2) RRI Pontianak kembali menyapa pendengar melalui siaran langsung dari Studio Pro 2 Pontianak sekaligus live di kanal YouTube Pro 2 pada Senin malam, 23 Februari 2026 lalu. Edisi ini mengangkat tema seputar konsistensi iman anak muda selama Ramadan, khususnya bagi mereka yang tengah merantau jauh dari keluarga.

Siaran dipandu oleh Naufal dengan menghadirkan Fatah sebagai tamu obrolan. Meski tidak bisa hadir langsung di studio, Fatah tetap bergabung secara daring dari Yogyakarta, tempat ia kini melanjutkan studi di perguruan tinggi Islam negeri. Jarak dari kampung halaman di Pontianak membuat Ramadan kali ini terasa berbeda baginya, terutama karena harus menjalani puasa tanpa kehadiran keluarga.

Fatah mengakui, menjalani Ramadan di perantauan membutuhkan penyesuaian mental. Ia menyebut suasana jauh dari rumah terkadang terasa lebih berat, meski pengalaman serupa pernah ia rasakan beberapa tahun lalu saat juga berada di Pulau Jawa. Baginya, komunikasi dengan keluarga tetap menjadi penopang semangat di tengah kesibukan kuliah.

Dalam perbincangan tersebut, Fatah menekankan pentingnya menyadari keterbatasan diri agar tidak terjebak pada ekspektasi ibadah yang terlalu tinggi di awal Ramadan. Menurutnya, semangat yang meledak-ledak di awal puasa sering membuat anak muda kehabisan energi di pertengahan bulan, sehingga ritme ibadah justru menurun. Ia menilai konsistensi jauh lebih penting daripada target yang berlebihan.

Ia juga menyoroti peran lingkungan pertemanan dalam menjaga semangat beribadah. Lingkar pergaulan yang baik, kata Fatah, bukan sekadar yang mendukung kebiasaan seseorang, melainkan mampu mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Lingkungan seperti itu dinilainya dapat membantu membentuk kebiasaan positif, termasuk dalam menjaga rutinitas ibadah selama Ramadan.

Cerita tentang suasana Ramadan di Yogyakarta turut mewarnai obrolan. Fatah menggambarkan ramainya aktivitas berburu takjil hingga tradisi berbuka gratis di sejumlah masjid yang menyediakan ribuan porsi makanan bagi masyarakat. Menurutnya, suasana kebersamaan tersebut menjadi penguat tersendiri bagi perantau untuk tetap merasa dekat dengan nuansa Ramadan, meski jauh dari kampung halaman.

Menjelang akhir siaran, Fatah membagikan pandangannya soal resolusi pribadi selama Ramadan. Ia menekankan keberanian untuk berubah, kesabaran yang aktif dalam menghadapi keterbatasan, serta kemampuan bangkit ketika mengalami kegagalan. Baginya, ketiga hal tersebut menjadi bekal penting bagi anak muda agar tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan hidup, baik di dunia akademik maupun kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....