Pentingnya Takjil Kurma sebelum Berbuka Puasa

  • 23 Feb 2026 14:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat menyukai berbagai jenis takjil saat berbuka puasa, termasuk kurma dan kopi, yang selalu hadir sebagai bagian tradisi berbuka di banyak rumah. Tradisi ini bukan hanya soal selera, tetapi juga soal kesehatan tubuh setelah berjam-jam menahan lapar dan haus di siang hari.

Beberapa panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya memilih takjil yang sehat sebagai langkah pertama saat berbuka puasa. Kurma menjadi salah satu takjil yang paling sering direkomendasikan untuk mengawali buka puasa karena buah ini mengandung karbohidrat dan energi alami yang cepat diserap tubuh setelah seharian berpuasa.

Kurma bisa membantu mengembalikan kadar gula darah secara perlahan sehingga tubuh merasa lebih cepat pulih dan siap melanjutkan santapan utama. Menurut pedoman pola makan sehat saat puasa dari Kemenkes RI, konsumsi kurma bersama air putih saat berbuka sangat dianjurkan karena membantu mengembalikan energi dan kebutuhan cairan tubuh setelah lama berpuasa.

Karbohidrat dan gula alami dalam kurma berperan sebagai sumber energi cepat, sehingga tubuh tidak langsung “kaget” saat mulai makan. Selain itu, kurma juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral penting seperti kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot saat tubuh mulai kembali aktif setelah puasa. Serat dalam kurma juga dapat mendukung kesehatan pencernaan, membantu proses transisi dari keadaan berpuasa ke makan kembali.

Mengonsumsi kurma sebagai takjil juga didukung oleh fakta bahwa buah ini mudah dicerna dan tidak membebani lambung yang selama siang hari tidak menerima makanan. Dengan begitu, tubuh mendapat asupan yang lebih lembut dan bertahap sebelum menyantap makanan utama yang lebih berat.

Di tengah kecenderungan masyarakat Indonesia yang juga gemar minum kopi saat berbuka atau setelah tarawih, penting dicatat bahwa air putih dan takjil sehat seperti kurma tetap harus diprioritaskan sebelum minuman berkafein. Minuman berkafein bisa bersifat diuretik atau meningkatkan keluarnya cairan dari tubuh, sehingga tidak disarankan sebagai pembuka puasa pertama karena tidak membantu pemulihan cairan tubuh yang hilang selama puasa.

Memilih kurma sebagai takjil sebelum berbuka puasa bukan sekadar mengikuti tradisi, tetapi juga bagian dari pola makan sehat yang dianjurkan supaya tubuh bisa pulih lebih cepat, terhidrasi, dan siap menjalani sisa ibadah dengan lebih bugar. Dengan memadukan kurma, air putih, dan konsumsi makan utama yang bergizi seimbang, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....