Bulan Ramadan, Momentum Latih Kelola Emosi dan Kendalikan Diri
- 22 Feb 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Komisi Perempuan dan Remaja MUI, Diana Mutiah mengatakan Islam tidak melarang hadirnya emosi negatif seperti marah dan sedih. Namun, ia mengatakan masyarakat diminta mengelolanya agar selaras dengan akhlak seorang muslim, terutama saat bulan Ramadan.
Menurut Diana, tujuan puasa sesuai firman Allah SWT pada QS Al-Baqarah ayat 183 adalah membentuk ketakwaan, termasuk kemampuan mengendalikan diri. Ia menegaskan pengendalian emosi menjadi bagian dari kualitas takwa yang dilatih selama Ramadan.
“Islam tidak melarang emosi seperti marah, sedih maupun bahagia namun saat emosi negatif muncul. Maka kita perlu mengelolanya agar selaras dengan akhlak kita sebagai muslim yang baik,” ujar Diana dalam Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, Al-Qur’an menegaskan pentingnya menahan amarah sebagaimana dalam QS Ali Imran ayat 134. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi standar kebaikan yang dicintai Allah SWT.
Rasulullah SAW juga menegaskan kekuatan sejati bukan terletak pada fisik, melainkan pada kemampuan mengendalikan diri saat marah. “Orang kuat bukanlah yang menang dalam pergulatan, tetapi yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah," ucap Diana mengutip Hadist riwayat Bukhari dan Muslim.
Ia menerangkan, Ramadan menjadi kesempatan emas melatih pengelolaan emosi karena daoat menahan impuls fisik yang kerap memicu reaksi berlebihan. Selain itu, ibadah seperti shalat, dzikir, dan tadarus memperkuat refleksi batin serta menumbuhkan empati kepada sesama.
“Ketika lapar dan lelah kita belajar memberi jeda sebelum bereaksi, itulah self-control yang membentuk kekuatan mental dan akhlak,” ucap Diana. Ia menegaskan Ramadan bukan hanya menahan lapar, tetapi momentum membangun kedewasaan emosi yang lebih sabar serta pemaaf.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....