Empat Keistimewaan Bulan Ramadan Menurut Ustaz Adi Hidayat

  • 19 Feb 2026 15:21 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang – Bulan Ramadan memiliki sejumlah keistimewaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya. Hal itu disampaikan Ustaz Adi Hidayat dalam kajian yang diunggah di kanal YouTube resminya.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, keistimewaan pertama Ramadan adalah hadirnya perisai dari godaan setan. Ia merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang puasa sebagai “junnah” atau pelindung.

“Puasa itu perisai. Kalau benar puasanya, Allah berikan benteng dari godaan setan,” ujarnya dalam kajian tersebut.

Ia menjelaskan, kata “junnah” bermakna perlindungan yang tidak tampak. Perlindungan itu lahir dari latihan menahan diri selama Ramadan.

Keistimewaan kedua adalah pelipatgandaan pahala yang melebihi bulan biasa. Ustaz Adi menyebut, amalan di Ramadan mendapat ganjaran berlipat, bahkan tanpa batas.

“Semua amal anak Adam dilipatgandakan. Khusus puasa, Allah yang langsung membalasnya,” kata Ustaz Adi mengutip hadis qudsi.

Ia menambahkan, satu kebaikan minimal dibalas sepuluh kali lipat. Pada Ramadan, nilainya bisa jauh lebih besar sesuai keikhlasan pelakunya.

Keistimewaan ketiga adalah terbukanya pintu ampunan Allah SWT. Ramadan disebut sebagai momentum penghapusan dosa melalui puasa dan qiyamullail.

“Siapa yang berpuasa dan menghidupkan Ramadan dengan iman dan harap pahala, diampuni dosa-dosanya,” ujarnya.

Ia menekankan, ibadah Ramadan merupakan satu paket antara siang dan malam. Puasa di siang hari disempurnakan dengan salat malam atau tarawih.

Keistimewaan keempat adalah kemudahan doa untuk dikabulkan. Ustaz Adi mengutip Surah Al-Baqarah ayat 186 tentang kedekatan Allah dengan hamba-Nya.

“Doa orang yang berpuasa hingga berbuka sulit ditolak,” katanya.

Ia juga menyebut tiga golongan yang doanya mustajab, yakni pemimpin adil, orang berpuasa, dan orang terzalimi. Ramadan, menurutnya, menjadi momentum memperbanyak doa dan introspeksi diri.

Sebagai penguat, RRI juga meminta tanggapan dari Dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Ahmad Syukri. Ia menilai, penjelasan tersebut selaras dengan dalil Al-Qur’an dan hadis.

“Ramadan memang bulan pendidikan spiritual. Esensinya adalah membentuk ketakwaan,” ujar Ahmad Syukri saat dihubungi RRI.

Ia mengingatkan, keistimewaan Ramadan tidak otomatis diraih tanpa kesungguhan. Menurutnya, kualitas puasa menentukan dampak spiritual yang diperoleh.

Ramadan tahun ini menjadi momentum refleksi bagi umat Islam. Empat keistimewaan tersebut diharapkan mendorong peningkatan ibadah dan pengendalian diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....