Spanyol Tambah Koleksi Trofi, Ini Peringkat Juara Piala Dunia Sepanjang Sejarah

  • 20 Jul 2026 17:17 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Timnas Spanyol resmi mengukir sejarah baru setelah menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 pada pertandingan yang selesai digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin, 20 Juli 2026, pagi WIB . Gelar tersebut menjadi trofi kedua La Furia Roja di ajang sepak bola paling bergengsi dunia setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Keberhasilan di Piala Dunia 2026 membuat Spanyol kini sejajar dengan Uruguay sebagai negara yang telah mengoleksi dua gelar juara dunia. Prestasi itu sekaligus memperkokoh posisi Spanyol dalam daftar tim nasional tersukses sepanjang sejarah Piala Dunia.

Mengutip laman resmi FIFA, Brasil masih menjadi negara dengan koleksi gelar Piala Dunia terbanyak, yakni lima trofi yang diraih pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Selecao juga menjadi satu-satunya tim yang selalu tampil di setiap edisi Piala Dunia sejak turnamen pertama pada 1930.

Brasil masih memuncaki daftar perolehan trofi Piala Dunia, disusul Jerman dan Italia yang masing-masing telah menjadi juara dunia empat kali. Jerman menjadi kampiun pada 1954, 1974, 1990, dan 2014, sedangkan Italia meraih trofi pada 1934, 1938, 1982, dan 2006.

Argentina menempati posisi berikutnya dengan tiga gelar yang diraih pada 1978, 1986, dan 2022. Tim Tango juga menjadi salah satu negara yang paling konsisten tampil di babak akhir Piala Dunia dalam beberapa dekade terakhir.

Sementara itu, Prancis, Uruguay, dan kini Spanyol sama-sama mengoleksi dua gelar juara dunia. Prancis menjadi kampiun pada 1998 dan 2018, Uruguay menjuarai edisi perdana 1930 serta 1950, sedangkan Spanyol melengkapinya lewat keberhasilan pada 2010 dan 2026.

Inggris menjadi negara terakhir yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia satu kali, yakni saat menjadi tuan rumah pada edisi 1966. Hingga Piala Dunia 2026, hanya delapan negara yang berhasil merasakan gelar juara sejak turnamen pertama digelar hampir satu abad lalu.

FIFA juga mencatat bahwa format kompetisi pada beberapa edisi terdahulu berbeda dengan saat ini. Piala Dunia 1950 tidak menggunakan laga final tunggal, sementara edisi 1974 dan 1978 tidak memiliki babak semifinal karena menerapkan sistem grup pada putaran kedua untuk menentukan finalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....