Jejak Ayah Anak Hiasi Panggung Piala Dunia

  • 17 Mei 2026 21:14 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Piala Dunia FIFA tidak hanya menghadirkan persaingan antarnegara, tetapi juga menyimpan kisah keluarga yang menarik perhatian publik sepak bola dunia. Berdasarkan data resmi FIFA yang diakses Minggu (17 mei 2026), tercatat ada 27 pasangan ayah dan anak yang pernah tampil sebagai pemain di turnamen paling bergengsi tersebut.

Fenomena itu menunjukkan bagaimana tradisi sepak bola dapat diwariskan lintas generasi. Sejumlah nama besar ikut masuk dalam daftar tersebut, mulai dari Cesare dan Paolo Maldini asal Italia hingga Lilian dan Marcus Thuram dari Prancis yang sama-sama mencatat prestasi di ajang dunia.

Menurut arsip FIFA, pasangan ayah dan anak pertama yang bermain di Piala Dunia adalah Luis Perez dan Mario Perez dari Meksiko. Luis tampil pada edisi perdana di Uruguay tahun 1930, sedangkan Mario memperkuat Meksiko pada Piala Dunia Brasil 1950. Kehadiran keduanya menjadi catatan awal sejarah keluarga di kompetisi FIFA.

Cerita serupa juga datang dari keluarga Vantolra. Marti Vantolra tampil bersama Spanyol pada Piala Dunia 1930, lalu putranya Jose Vantolra bermain untuk Meksiko pada edisi 1970. Catatan tersebut memperlihatkan hubungan sepak bola yang terus berlanjut meski melewati generasi dan negara berbeda.

Selain keluarga Maldini, ada pula Jean Djorkaeff dan Youri Djorkaeff yang sama-sama membela Prancis di Piala Dunia. Uruguay juga memiliki kisah serupa melalui Pablo Forlan dan Diego Forlan. Sementara Spanyol pernah diperkuat Miguel Angel Alonso dan putranya Xabi Alonso yang kemudian menjadi salah satu gelandang terbaik dunia.

Generasi modern turut menambah panjang daftar tersebut. FIFA mencatat Peter Schmeichel dan Kasper Schmeichel tampil bersama Denmark, Claudio Reyna dan Giovanni Reyna membela Amerika Serikat, serta Mazinho dan Thiago Alcantara yang sama-sama merasakan atmosfer Piala Dunia bersama tim nasional berbeda.

Keluarga Thuram menjadi salah satu cerita paling berkesan dalam sejarah turnamen itu. Lilian Thuram sukses membawa Prancis meraih trofi juara pada Piala Dunia 1998, sedangkan Marcus Thuram membantu negaranya mencapai final dan meraih medali perak di Qatar 2022. Kisah lintas generasi tersebut memperlihatkan bahwa Piala Dunia bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga warisan sepak bola keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....