Warga Gaza Rayakan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026

  • 20 Jul 2026 15:34 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Ratusan warga Palestina menggelar nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah.
  • Meskipun hidup dalam situasi konflik dan keterbatasan, warga Palestina menemukan momen kebahagiaan melalui sepak bola dan acara nonton bersama.
  • Sepak bola terbukti memiliki kekuatan untuk menyalurkan kegembiraan bahkan di tempat-tempat yang mengalami situasi paling sulit sekalipun.

RRI.CO.ID, Kendari – Sepak bola selalu punya cara tersendiri untuk memancarkan kebahagiaan, bahkan di tempat-tempat yang sedang berada dalam situasi paling sulit sekalipun. Hal itu terbukti saat laga puncak Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina berakhir dengan sorak-sorai sukacita di Jalur Gaza, Palestina.

Di tengah bayang-bayang konflik dan keterbatasan hidup, ratusan warga Palestina berkumpul di sejumlah kafe serta area terbuka di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah. Mereka menggelar nonton bareng (nobar) untuk menyaksikan pertarungan sengit di partai final tersebut.

Ketika peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan La Furia Roja lewat gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu, gemuruh kebahagiaan seketika pecah di kamp pengungsian.

Menariknya, mayoritas warga di Kamp Nuseirat secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada tim nasional Spanyol. Dukungan ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk apresiasi atas sikap konsisten pemerintah dan rakyat Spanyol yang terus menyuarakan hak-hak serta kemanusiaan bagi bangsa Palestina.

"Kami datang dan berkumpul di sini untuk mendukung Spanyol karena mereka telah berdiri bersama rakyat Palestina selama bertahun-tahun," ujar Numan Abdullah, salah seorang warga Gaza yang ikut dalam kemeriahan nobar tersebut, melansir kantor berita Anadolu.

Numan menambahkan, momen berkumpul menyaksikan olahraga terpopuler di dunia ini juga menjadi pesan tersendiri dari warga Gaza kepada dunia internasional.

Bagi masyarakat di Kamp Nuseirat, momen final Piala Dunia 2026 bukan sekadar hiburan visual. Selama beberapa jam, riuk tepuk tangan dan tawa riang berhasil mengalihkan perhatian mereka dari tekanan hidup serta trauma perang yang dialami sehari-hari.

Kisah dari Gaza ini kembali menegaskan kekuatan sejati sepak bola. Di balik persaingan angka di papan skor, ada nilai persatuan, harapan, dan secercah kebahagiaan yang melintasi batas geografis.

Gelar juara dunia kedua yang diraih Spanyol usai kemenangan edisi 2010 ini tak hanya mencatatkan sejarah baru di panggung olahraga global, tetapi juga meninggalkan jejak momen emosional yang akan terus dikenang oleh masyarakat di pelosok dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....