Luar Biasa, Debar Final Piala Dunia Hadirkan Sukacita bagi Penyandang Tunanetra
- 20 Jul 2026 01:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang : Penyandang disabilitas tuna netra di Kota Semarang menunjukkan semangat tinggi menyambut laga puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol lawan Argentina yang digelar Senin 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Melalui program Dengar Bareng (Debar) Nobar pesta piala dunia yang digagas RRI bekerja sama dengan Pertuni dan mereka menikmati jalannya pertandingan lewat deskripsi audio yang rinci,setiap pergerakan pemain, umpan, peluang gol, hingga sorak penonton digambarkan komentator secara jelas sehingga bisa dibayangkan.
Hal itu dikatakan Satrio saat hadir dihalaman RRI Semarang. Lebih lanjut, dalam penyisihan hingga semifinal menyimak pertandingan melalui siaran di Program 1 Semarang yang merelay Pro 3 Jakarta.
" Mewakili temen-temen tuna netra di Semarang berterima kasih atas siaran Piala Dunia tahun 2026 oleh RRI. Dengan cara membayangkan siaran RRI sangat jelas menerangkan dari tendangan, serangan bahkan ketika gol tercipta," kata Satrio.

Dilaga final, Satrio menjagokan Spanyol menjadi juaranya melihat pertandingan di laga penyisihan maupun saat semifinal. Dari pemain merata di semua lini. "Saya jagokan Spanyol dengan skor 2-0 untuk kemenangan di final ini," imbuh Satrio.
Selain Satrio, Widyo yang juga penyandang disabilitas juga mengatakan, terimakasih RRI yang perhatian dan mengundang Pertuni untuk hadir di RRI Semarang pada laga final Piala Dunia 2026. Selain itu tidak hanya menanti pertandingan, namun juga di suguhkan musik.
" Terima kasih RRI terhadap perhatian bagi kami tuna netra untuk hadir mendengarkan dan menyaksikan final PialabDunia di RRI," kata Widyo.
Menurut Widyo, kelompok tuna netra berkumpul di halaman RRI untuk mendengarkan bersama, tak kalah serunya dengan penonton yang menonton lalaga Lebih lanjut, RRI menyediakan akses gratis serta penjelasan dalam Bahasa Indonesia memudahkan mereka mengikuti setiap momen penting laga.
“Suara komentator menjadi mata kami. Kami ikut deg-degan setiap ada serangan, dan bersorak saat gol tercipta,” ujar anggota Pertuni setempat.
Sementara final kali ini menjadi bukti bahwa antusiasme terhadap sepak bola tak terbatas pada penkalangan, melainkan semangat kebersamaan yang menyatukan semua kalangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....