Buntut Spanduk "Las Malvinas" di Piala Dunia, Pemerintah Falkland Buka Suara
- 18 Jul 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kepulauan Falkland menyatakan kekecewaan atas tindakan tim nasional Argentina usai pertandingan semifinal Piala Dunia 2026.
- Pernyataan tersebut disampaikan melalui rilis resmi pada Kamis, 16 Juli 2026.
- Spanduk tersebut dianggap tidak peka terhadap kondisi warga Kepulauan Falkland.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Kepulauan Falkland menyatakan kekecewaan atas tindakan yang dilakukan tim nasional Argentina usai semifinal Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang diunggah pada Kamis, 16 Juli 2026.
"Pemerintah Kepulauan Falkland merasa kecewa, meski sayangnya tidak terkejut. Bahwa tim sepak bola Argentina memutuskan untuk mencoreng hasil pertandingan semifinal Piala Dunia," bunyi pernyataan tersebut.
Menurut mereka, laga Inggris melawan Argentina sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Kepulauan Falkland. Namun, aksi pembentangan spanduk bertuliskan 'Las Malvinas Son Argentinas' setelah pertandingan malah menyeret isu sengketa wilayah tersebut.
Pernyataan resmi itu juga mengingatkan kembali peristiwa invasi Argentina pada 1982. Konflik tersebut, menurut pemerintah Falkland, masih meninggalkan trauma bagi banyak warga.
"Kepulauan Falkland pernah menjadi korban invasi agresif pada tahun 1982 yang menyebabkan banyak orang mengalami trauma. Oleh karena itu, spanduk yang ditampilkan oleh Argentina sangat tidak sensitif bagi banyak orang di Kepulauan Falkland," tulis pernyataan resmi.
Pemerintah Falkland kembali menegaskan sikapnya mengenai hubungan olahraga dan politik. Mereka tidak ingin urusan politik dibawa ke dalam pertandingan sepak bola.
Selain itu, mereka juga menolak agar Kepulauan Falkland terus dijadikan bahan politik. Menurut mereka, isu itu selalu muncul setiap kali Inggris menghadapi Argentina.
Sebelumnya, Pemerintah Inggris sudah turun tangan, mendesak FIFA untuk melakukan investigasi hingga menerapkan sanksi, semisal diperlukan. Pemerintah Falkland menyambut baik dukungan tersebut.
Pada akhir pernyataannya, pemerintah Falkland berharap FIFA bertindak sesuai peraturannya. Mereka meminta seluruh tindakan bermuatan politik di sepak bola dikenai sanksi secara konsisten.
"Sebagaimana ditekankan Menteri Perdagangan Peter Kyle, salah satu prinsip utama Piala Dunia adalah memisahkan politik dari sepak bola. Kami berharap FIFA akan menepati janjinya untuk menjaga politik tetap di luar olahraga," kata Pemerintah Falkland, menutup pernyataan resminya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....