Johan Derksen Kritik Rencana FIFA Perpanjang Jeda Final Piala Dunia 2026
- 16 Jul 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kritikus sepak bola Johan Derksen menolak rencana FIFA memperpanjang jeda final Piala Dunia menjadi 30 menit untuk menghadirkan pertunjukan paruh waktu.
- Derksen menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan aturan IFAB yang menetapkan waktu istirahat pertandingan maksimal 15 menit dan menganggapnya mengubah sepak bola menjadi hiburan.
- Selain dinilai tidak disukai penggemar, jeda yang lebih panjang juga dianggap menyulitkan pemain karena harus kembali melakukan pemanasan sebelum babak kedua dimulai.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kritikus sepak bola, Johan Derksen mengkritik rencana FIFA untuk memperpanjang waktu jeda final Piala Dunia. Ia menilai pertunjukan paruh waktu membuat waktu istirahat pertandingan menjadi terlalu lama.
Rencana tersebut membuat jeda final berlangsung selama 30 menit karena adanya pertunjukan hiburan. Padahal, aturan IFAB menetapkan waktu istirahat pertandingan maksimal hanya 15 menit.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak sesuai dengan tradisi sepak bola yang selama ini berjalan. Penggemar, kata dia, lebih menantikan jalannya pertandingan dibandingkan hiburan tambahan.
"Saya sangat kesal dengan hal itu karena aturan resmi FIFA menetapkan jeda maksimal hanya lima belas menit. Sepak bola tidak seharusnya berubah menjadi pertunjukan besar yang mengabaikan aturan pertandingan," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia juga menyindir Presiden FIFA Gianni Infantino yang dianggap tidak memperhatikan aturan tersebut. "Keputusan memperpanjang jeda lebih mengutamakan hiburan daripada kebutuhan pertandingan," ujarnya, menambahkan.
Ia mengatakan, para pemain juga harus menyesuaikan kondisi fisik setelah jeda yang lebih panjang. Pemain perlu melakukan pemanasan ulang agar kembali siap menjalani babak kedua.
"Saat jeda terlalu lama, pemain harus kembali melakukan pemanasan sebelum melanjutkan pertandingan. Para penggemar sepak bola sebenarnya hanya ingin menyaksikan babak kedua berjalan normal," ucapnya.
Sementara itu, presenter Wilfred Genee juga turut membahas reaksi pemain terhadap pertunjukan paruh waktu tersebut. Adapun René van der Gijp menyebut hiburan seperti itu memang populer di Amerika Serikat.
"Kamu tahu kalau pergi ke Amerika, kamu akan menghadapi hal itu. Pertunjukan paruh waktu sedang booming di sana, mereka sangat menyukainya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....