Ronald Koeman Mundur sebagai Pelatih Belanda usai De Oranje Disingkirkan Maroko
- 01 Jul 2026 12:01 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Harapan Belanda melangkah jauh di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Setelah tersingkir di babak 32 besar usai kalah adu penalti 2-3 dari Maroko, Ronald Koeman resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih tim nasional Belanda.
Keputusan tersebut disampaikan Koeman melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu 1 Juli 2026 WITA, hanya beberapa saat setelah langkah De Oranje terhenti di turnamen yang berlangsung di Amerika Utara itu.
Dalam pernyataannya, Koeman mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengakhiri masa baktinya di tim nasional diambil pada malam setelah kekalahan dari Maroko. Ia mengaku meninggalkan kursi pelatih dengan perasaan bangga sekaligus kecewa.
"Saya telah memutuskan untuk mengakhiri periode saya sebagai pelatih tim nasional Belanda," tulis Koeman di akun instagramnya.
Pelatih berusia 63 tahun itu mengenang perjalanan panjang karier kepelatihannya bersama sejumlah klub besar Eropa, seperti Ajax, PSV Eindhoven, Valencia, Southampton, Everton, Barcelona, hingga dua periode menangani tim nasional Belanda. Menurutnya, semua pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup yang akan selalu dikenangnya.
Namun, Koeman mengaku sangat terpukul karena kiprahnya bersama Belanda harus berakhir setelah gagal memenuhi ambisi membawa negaranya menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026.
Ia mengatakan seluruh tim memiliki mimpi meraih prestasi besar di turnamen tersebut. Akan tetapi, kegagalan melewati babak 32 besar membuat impian itu pupus. Koeman juga menegaskan bahwa sebagai pelatih kepala, dirinya memikul penuh tanggung jawab atas hasil yang diraih tim.
"Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih tim nasional, saya memikul tanggung jawab itu dan akan selalu merasakannya," ungkapnya.
Di balik keputusan mundurnya, Koeman juga mengungkapkan alasan pribadi yang menyentuh. Ia mengatakan beberapa tahun terakhir membuatnya sadar bahwa ada hal yang lebih penting daripada sepak bola, yakni kesehatan keluarga.
Koeman mengungkapkan istrinya, Bartina, tengah berjuang melawan penyakit. Meski demikian, sang istri tetap memberikan dukungan penuh agar dirinya menuntaskan tugas sebagai pelatih tim nasional Belanda hingga akhir Piala Dunia.
"Sepak bola adalah hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya. Ketika seseorang yang sangat Anda cintai menjalani perjuangan berat, cara pandang terhadap hidup akan berubah," tulis Koeman.
Dikesempatan itu, dia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain, staf pelatih, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), para pekerja di balik layar, klub-klub yang pernah dibelanya, hingga para pendukung Belanda yang terus memberikan dukungan, terutama saat tim menghadapi masa-masa sulit.
Koeman mengaku sebenarnya ingin menutup pengabdiannya bersama Belanda dengan membawa pulang trofi Piala Dunia. Namun, mimpi tersebut harus kandas setelah De Oranje disingkirkan Maroko melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Meski demikian, ia memilih mengakhiri masa jabatannya dengan rasa bangga atas seluruh perjalanan yang telah dilalui di dunia sepak bola.
"Saya ingin mengakhiri periode saya bersama Belanda dengan gelar juara dunia. Sayangnya, mimpi itu tidak terwujud. Namun, di atas segalanya, saya bangga atas semua yang telah diberikan sepak bola kepada saya dan karena saya dapat menjadikan gairah terbesar saya sebagai profesi," tutup Koeman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....