Krisis Visa AS, Timnas Iran Terpaksa Bermarkas di Meksiko Selama Piala Dunia 2026

  • 08 Jun 2026 07:32 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Tijuana - Skuad Tim Nasional Iran mendarat di kota perbatasan Tijuana, Meksiko, pada Minggu, 7 Juni 2026 waktu setempat, di bawah bayang-bayang ketegangan diplomatik yang akut. Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa yang ketat bagi delegasi Iran, hanya sepuluh hari menjelang laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026. Alhasil, tim berjuluk Team Melli tersebut terpaksa membatalkan rencana awal mereka untuk berkemah di Arizona dan mengalihkan markas utama ke Meksiko.

Meski Gedung Putih akhirnya meloloskan visa untuk seluruh pemain utama dan tim pelatih pada Jumat malam (5/6/2026), AS menolak memberikan izin masuk bagi belasan staf administratif dan jajaran eksekutif penting. Di antara pejabat yang dicekal termasuk Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, serta beberapa direktur teknis.

Pembatasan ini merujuk pada aturan ketat Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, yang melarang masuknya individu-individu yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Menanggapi boikot sebagian tersebut, Kedutaan Besar Iran di Turki mengutuk keras keputusan Washington dan menyebutnya sebagai bentuk diskriminasi tertinggi serta intervensi politik yang mencederai sportivitas. Pihak FFIRI juga dilaporkan telah melayangkan protes resmi kepada FIFA agar badan sepak bola dunia tersebut mendesak AS selaku salah satu tuan rumah untuk mematuhi regulasi internasional terkait kesetaraan akses bagi seluruh tim peserta.

Dampak dari polemik ini, kondisi visa yang diterima skuad asuhan Amir Ghalenoei sangat restriktif dan berpola commuter. Iran hanya diizinkan menginjakkan kaki di wilayah hukum AS satu hari sebelum pertandingan untuk konferensi pers wajib dan hari H laga, kemudian diwajibkan langsung angkat kaki kembali ke Meksiko begitu peluit panjang berbunyi.

Skema fly-in, fly-out yang ketat ini dipastikan akan menguras fisik dan mental para pemain di sepanjang fase grup.

Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah baru sejak pertama kali digulirkan pada 1930, di mana negara tuan rumah harus menerima kedatangan tim nasional dari negara yang sedang terlibat konflik militer aktif dengannya. Di tengah kepungan dinamika geopolitik yang masif, Iran dijadwalkan akan melakoni laga perdana mereka di Grup G melawan New Zealand di Los Angeles pada 15 Juni mendatang, sebelum menantang Belgia dan Mesir di Seattle.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....