Red Bull Pakai Sayap Belakang Konvensional di Belgia usai Insiden Verstappen
- 17 Jul 2026 15:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Red Bull kembali memakai sayap belakang konvensional pada GP Belgia setelah dua insiden yang dialami Max Verstappen.
- Tim masih mengembangkan sayap belakang berputar agar kembali digunakan setelah masalah keselamatan diatasi.
- FIA ikut meninjau desain Red Bull dan Ferrari, sedangkan McLaren menunda pengembangan konsep serupa.
RRI.CO.ID, Jakarta – Red Bull Racing dipastikan kembali memakai sayap belakang konvensional pada Grand Prix Belgia, 17-19 Juli 2026. Keputusan itu diambil setelah dua insiden berkecepatan tinggi menimpa Max Verstappen.
Pabrikan Austria tersebut meninggalkan konsep sayap belakang berputar yang sebelumnya digunakan sejak GP Miami. Tim kini kembali memakai desain awal yang digunakan pada pembuka musim Formula 1 2026.
Ferrari lebih dulu memperkenalkan konsep "Macarena" saat uji coba pramusim. Sayap utama pada bagian belakang mobil dapat berputar 180 derajat ketika mode lintasan lurus diaktifkan.
Red Bull kemudian mengembangkan sistem serupa dengan mekanisme berbeda. Tujuannya mengurangi hambatan udara saat mobil melaju di lintasan lurus.
Namun, sistem tersebut memunculkan persoalan pada beberapa balapan terakhir. Verstappen mengalami kecelakaan saat kualifikasi GP Austria setelah sayap gagal menutup sempurna.
Insiden serupa kembali terjadi pada GP Inggris di Sirkuit Silverstone. Pembalap asal Belanda itu kehilangan kendali lalu berputar hingga masuk ke area gravel di tikungan Stowe.
Jelang balapan di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, Verstappen memastikan Red Bull sementara kembali memakai sayap belakang lama. "Kami akan kembali menggunakan yang lama sambil menunggu versi terbaru siap dipakai lagi," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan keinginan Red Bull untuk tetap menggunakan konsep sayap belakang berputar secepat mungkin. Tim kini sedang menyempurnakan desain di pabrik Milton Keynes untuk mengatasi masalah tersebut.
Sebelumnya, insiden yang dialami Verstappen juga menarik perhatian FIA terhadap desain Red Bull dan Ferrari. Sejauh ini, Ferrari tidak mengalami kendala pada mobil, sementara McLaren masih menunda pengembangan konsep serupa karena membutuhkan penyempurnaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....