Amri/nita Kalah di Babak 32 Besar Japan Open 2026
- 15 Jul 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- GANDA CAMPURAN-R32: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Thom Gicquel/Delphine Delrue (6/Prancis) 18-21, 21-23
RRI.CO.ID, Jakarta – Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah gugur pada babak pertama Japan Open 2026. Mereka dikalahkan pasangan Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue dua set langsung dengan skor 18-21, 21-23.
Melansir laman BWF, pertandingan berlangsung selama 48 menit di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Rabu, 15 Juli 2026. Meski pun kalah, Amri/Nita berhasil memberikan perlawanan sengit sepanjang permainan.
Gim pertama langsung berlangsung ketat di mana kedua kubu saling jual beli poin hingga kedudukan 18-18. Akan tetapi, Thom/Delphine yang tampil lebih tenang berhasil menuntaskan perlawanan Amri/Nita dan merebut gim pertama dengan skor 21-18.
Pada gim kedua jalannya pertandingan berlangsung lebih ketat. Thom/Delphine sempat tertinggal 4 poin dari Amri/Nita sebelum mereka berhasil menyamakan kedudukan dan memaksakan permainan berjalan sengit.
Sejak poin 15-15, kedua pasangan melancarkan serangan dan saling bertukar poin hingga akhirnya memaksa gim berlanjut ke setting. Lagi-lagi, ketenangan pasangan Prancis menjadi pembeda; mereka berhasil merebut kemenangan dengan skor 23-21.
Seusai pertandingan, Amri Syahnawi menjelaskan bahwa mereka kesulitan dengan diri sendiri. Menurutnya, kehilangan ketenangan di poin-poin penting menjadi penyebab kekalahan.
“Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, ketenangan di poin-poin akhir karena kan tadi sebenarnya mainnya imbang. Bahkan kami sempat beberapa kali unggul hanya manage poin-poin akhirnya itu yang kalah, taktik strategi di poin-poin akhirnya,” kata atlet berusia 27 tahun itu.
Selaras dengan yang disampaikan Amri, Nita Violina Marwah juga menyampaikan bahwa kesalahan sendiri menjadi bumerang. Akan tetapi, taktik pasangan Prancis yang sering kali meminta jeda, cukup mengganggu tempo permainan Amri/Nita.
“Kesalahan sendiri menjadi bumerang, kami kalah tenang juga di poin-poin akhir. Mereka bermain banyak cara dengan mengulur-ngulur waktu, sering minta istirahat, ganti bola yang sebenarnya masih ok,” ucap Nita.
Kendati kalah, menurut Nita, ini menjadi pelajaran berharga bagi keduanya. Terutama, pada pengendalian emosi dan kesabaran.
“Ini pelajaran buat kami untuk bisa maintain emosi, bisa lebih sabar lagi, fokusnya lebih ditahan lagi di situasi-situasi seperti ini. Kalau flick servis mereka, saya sudah antisipasi karena memang mereka sering melakukan itu dilihat dari permainan sebelum-sebelumnya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....