KONI Pusat: Persiapan PON XXII 2028 Berjalan, Jakarta Jadi Penyangga
- 07 Jul 2026 21:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memastikan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 terus berjalan sesuai tahapan. Ajang olahraga terbesar di Indonesia itu akan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan Jakarta berperan sebagai wilayah penyangga penyelenggaraan.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menerbitkan surat keputusan mengenai penetapan tuan rumah PON XXII 2028, termasuk penunjukan Jakarta sebagai daerah pendukung pelaksanaan sejumlah cabang olahraga.
Selain itu, Kemenpora juga telah memberikan mandat kepada KONI Pusat untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON agar berlangsung lebih baik dibanding edisi-edisi sebelumnya.
"Untuk persiapan PON, perkembangannya Menteri Pemuda dan Olahraga telah menerbitkan surat keputusan baik untuk tuan rumah, NTT, NTB dan DKI sebagai penyangga. Menpora juga sudah memberikan surat keputusan kepada KONI Pusat untuk kita mempersiapkan bagaimana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional itu bisa lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya," kata Marciano Norman.
Menurutnya, KONI Pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya para gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Besar PON, guna memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai jadwal.
Dengan waktu persiapan sekitar dua setengah tahun, fokus utama saat ini adalah peningkatan kualitas sarana olahraga yang telah tersedia di NTB dan NTT.
Marciano menegaskan penyelenggaraan PON XXII tidak akan dibarengi pembangunan venue olahraga baru di kedua provinsi tersebut. Pemerintah daerah akan memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk melakukan renovasi dan peningkatan fasilitas yang sudah ada agar memenuhi standar pertandingan.
"Kami terus berkoordinasi dengan para gubernur yang juga ketua panitia besar PON untuk bagaimana kita dalam sisa waktu yang dua tahun setengah ini. Intinya untuk NTT dan NTB tidak ada pembangunan venue-venue baru, tetapi mereka memanfaatkan waktu yang ada dengan APBD untuk melakukan renovasi-renovasi venue yang digunakan," ujarnya.
Sementara itu, cabang olahraga yang belum memiliki fasilitas memadai di NTB maupun NTT akan dipertandingkan di Jakarta.
Pemilihan Jakarta sebagai daerah penyangga dilakukan karena ibu kota telah memiliki berbagai venue olahraga berstandar internasional yang dibangun saat penyelenggaraan Asian Games 2018 dan hingga kini masih dalam kondisi layak digunakan.
"Karena Jakarta tidak harus membangun venue apa pun. Di Jakarta seluruh venue yang berstandar internasional, yang bekas Asian Games, semua dalam kondisi siap pakai," katanya.
Menurut Marciano, pemanfaatan fasilitas olahraga yang sudah tersedia menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan PON XXII 2028.
Dengan konsep tersebut, penyelenggaraan PON diharapkan tetap mampu menghadirkan kompetisi olahraga nasional yang berkualitas sekaligus lebih efektif dalam penggunaan anggaran negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....