Bedah Buku Sport Intelligence di Unesa, Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia
- 07 Jul 2026 19:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penerapan Sport Intelligence sebagai bagian dari transformasi sistem pembinaan olahraga prestasi di Indonesia dinilai penting agar atlet, pelatih, hingga pengurus cabang olahraga mampu menyusun strategi berdasarkan analisis data dan kekuatan lawan.
Dalam bedah buku Sport Intelligence di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa, 7 Juli 2026, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan selain analisis kekuatan lawan, hadirnya buku tersebut juga menjadi kolaborasi antara dunia olahraga dan perguruan tinggi akan memperkuat kualitas pembinaan atlet nasional.
"Buku Sport Intelligence ini intinya adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas kolaborasi kita, membekali pelaku olahraga dalam hal ini pimpinan cabang olahraga, pelatih maupun atlet, untuk kita bisa secara akademik membaca kekuatan lawan, sehingga kita bisa mempersiapkan bagaimana kita menghadapi mereka. Baik kekuatan lawannya, cara berlatihnya, dukungan pemerintahnya terhadap calon lawan kita, dan juga dukungan dari perguruan tinggi kepada pembinaan olahraga itu," ujarnya.
Marciano menjelaskan olahraga modern menuntut setiap pemangku kepentingan mampu memanfaatkan informasi secara maksimal. Dengan memahami karakteristik lawan sejak dini, proses pembinaan maupun penyusunan strategi pertandingan dapat dilakukan lebih efektif.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan Sport Intelligence. Keahlian akademik yang dimiliki kampus diharapkan mampu menjadi landasan ilmiah bagi pembinaan olahraga, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
"Saya dapat yakinkan melalui perguruan tinggi kemampuan Sport Intelligence yang dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan olahraga, baik penentu kebijakan, kemudian KONI Pusat, KONI Provinsi, dan KONI Kabupaten/Kota, termasuk pimpinan cabang olahraga dari pusat, provinsi, dan cabang olahraga untuk bagaimana kita mempersiapkan diri lebih baik, agar apa yang dicita-citakan, apa yang diharapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, dapat kita jawab dengan prestasi yang diharapkan, karena persiapan kita lebih baik, kemampuan kita membaca kekuatan lawan kita lebih bagus," lanjutnya.
Menurut Marciano, penerapan Sport Intelligence tidak hanya ditujukan bagi atlet dan pelatih, tetapi juga seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan olahraga. Sinergi antara pemerintah, KONI, perguruan tinggi, dan induk organisasi cabang olahraga dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di level internasional.
Melalui konsep tersebut, KONI Pusat berharap proses pembinaan atlet tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman di lapangan, tetapi juga diperkuat dengan analisis data, riset, dan kajian akademik. Dengan persiapan yang lebih matang, peluang atlet Indonesia untuk meraih prestasi di berbagai ajang internasional diharapkan semakin besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....