Pasca Turnamen Internasional, CLS Fokus Perkuat Pembinaan di Jatim

  • 05 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Turnamen basket internasional dalam peringatan Hari Jadi ke-80 Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) resmi berakhir, Sabtu, 4 Juli 2026 malam. Ajang yang difokuskan untuk memperkuat pembinaan usia muda itu berakhir dengan memuaskan.

Dalam turnamen tersebut, sebanyak 60 tim bersaing dalam beberapa kategori mulai dari kelompok umur (KU) 12, KU-14, KU-16 putra-putri dan KU-25 putra. Banyaknya yang ambil bagian dalam turnamen tersebut membuat persaingan terasa kompetitif.

Ming Soedarmono, Ketua Yayasan CLS, mengatakan bahwa turnamen kelompok umur ini lebih dipilih sejalan dengan misi yayasan memperkuat pembinaan usia dini. Sepanjang turnamen terlihat banyak kejutan baik dari tim dalam negeri maupun luar negeri.

"Kita melihat dari ini tahun ini cukup bagus gitu loh. Pertandingannya cukup rame ya. Jadi saling mengalahkan lah mereka di tiap event pertandingannya," kata Ming.

Kehadiran tim-tim luar negeri juga menambah keseruan dalam turnamen ini. Menurutnya, hadirnya tim dari Singapura, Malaysia memberikan pengalaman baru bagi atlet-atlet muda yang belum pernah melawan tim luar negeri.

Ke depan, Ming mengatakan akan berupaya mengundang lebih banyak tim luar negeri untuk menambah keseruan. Salah satunya yang sangat ingin didatangkan adalah tim asal Filipina yang dikenal sebagai negara dengan kualitas basket terbaik se-Asia Tenggara.

Melalui turnamen ini, ia menyatakan, CLS di usia ke-80 berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan basket untuk usia dini. Selain itu, apabila ada dukungan CLS tetap ingin kembali ke pentas profesional.

"Kami sangat ingin untuk kembali join, tapi kami masih menunggu dana saja, terus sponsor yang mau berpihak pada kita. Jadi saat ini kita siapin pemain, kita tinggal tunggu sponsor, kalau sudah siap ya kita terjun lagi," ujarnya.

Sementara itu, Bramantyo Sudono selaku Ketua Perbasi Surabaya menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat CLS untuk melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet usia dini. Menurutnya hal tersebut penting karena prestasi berawal dari pondasi pembinaan yang kuat.

"Semakin banyak kompetisi basket di Surabaya tentu semakin bagus. Anak-anak mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak sehingga kemampuan mereka terus berkembang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....