Macau Open 2026, Faathir/Devin Sabet Runner-up
- 24 Jun 2026 03:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, harus puas menjadi runner-up Turnamen Macau Open 2026. Pada partai final, pasangan unggulan keempat itu kalah dari wakil Korea, Yong Jin/Jongmin Lee, dengan skor 21-18, 19-21, 10-21.
Meski gagal meraih gelar juara, Ali mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut Macau Open 2026 menjadi final turnamen BWF Super 300 pertama dalam kariernya.
"Alhamdulillah yang pasti bangga bisa jadi finalis di BWF Super 300 pertama saya. Banyak pelajaran mahal yang saya dapat pastinya," kata Ali, dikutip dari laman PBSI, Selasa, 23 Juni 2026
Menurut Ali, perubahan jalannya pertandingan terjadi setelah lawan mampu menyamakan kedudukan pada gim kedua. Kondisi itu membuat pasangan Korea semakin percaya diri dan tampil lebih solid.
"Setelah berhasil mengejar ketertinggalan di game kedua, lawan lebih percaya diri dan lebih kuat dari segi defense," ujarnya. Ali menambahkan, fokus menjadi aspek yang harus dibenahi untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Ia menilai dirinya dan Devin kerap kehilangan momentum saat sudah berada dalam posisi unggul. "Evaluasi kami yang penting fokusnya dulu, karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul," ucapnya.
Sementara itu, Devin Artha Wahyudi bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Ia mengakui lawan tampil sangat kuat dan mampu memanfaatkan kelengahan pasangan Indonesia.
"Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tanpa cedera. Pertandingan tadi lawan kami cukup kuat," kata Devin.
Devin mengungkapkan hilangnya fokus dan kurang tenang saat terkejar menjadi kendala utama pada pertandingan final. Menurutnya, faktor tersebut membuat permainan mereka tidak berkembang pada gim penentuan.
"Kendala kami tadi hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar," ujarnya. Ia juga menilai pasangan Korea memiliki keunggulan dalam daya tahan dan ketenangan bermain.
Hal itu terlihat baik saat mereka tertinggal maupun ketika sedang memimpin perolehan angka. "Lawan unggul di kuat dan tahan di lapangan serta lebih tenang saat poin tertinggal maupun saat poin unggul," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....