Sebelas Negara Pilih Presiden Baru APSF dalam Sidang Umum di Solo

  • 06 Jun 2026 03:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebelas negara anggota APSF memilih sosok presiden baru komite eksekutif periode 2026-2030 di Kota Solo.
  • Indonesia mencalonkan Senny Marbun untuk bersaing memperebutkan posisi puncak kepemimpinan melawan kandidat asal Thailand.
  • Panitia pelaksana menyambut hangat seluruh delegasi peserta melalui kegiatan jamuan makan malam yang berlangsung interaktif.

RRI.CO.ID, Solo - Sebelas negara anggota federasi olahraga disabilitas Asia Tenggara memilih sosok presiden baru komite eksekutif Solo. Dua kandidat bersaing ketat untuk memimpin organisasi olahraga tersebut selama periode empat tahun ke depan.

Calon asal Indonesia yaitu Senny Marbun akan memperebutkan posisi puncak melawan Maitree Kongruang dari Thailand. Rangkaian agenda pemilihan komite eksekutif ini berlangsung selama empat hari dengan penuh rasa kebersamaan tinggi.

Ketua Organizing Committee (OC) Reda Manthovani merasa bangga Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Jamuan makan malam penyambutan tersebut berlangsung di Grand Ballroom Hotel Alila Solo, Jumat, 5 Juni 2026.

"Malam ini bukan sekadar makan malam penyambutan. Ini adalah momen persahabatan, rasa syukur, dan kebersamaan. Setelah perjalanan ke Indonesia, kami berharap malam ini memungkinkan anda untuk merasakan kehangatan keramahan kami dan semangat kekeluargaan yang menghubungkan kita semua dalam gerakan olahraga disabilitas Asia Tenggara," kata Reda.

Ia menjelaskan perkembangan iklim olahraga disabilitas di tanah air menunjukkan tren yang sangat positif. Para atlet berlatih secara intensif pada Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di wilayah Kabupaten Karanganyar.

"Pesan 'no one left behind' sangat dekat dengan olahraga disabilitas, yang artinya setiap atlet berhak mendapatkan kesempatan, setiap negara berhak untuk berkembang, setiap suara layak didengar dan setiap orang layak untuk diterima," kata Reda.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Para Sports Federation (APSF) Wandee Tosuwan juga mengutarakan kegembiraannya di Kota Solo. Ia memberikan apresiasi sangat tinggi terhadap kinerja profesional pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia).

"Kami mengira ini hanya akan menjadi makan malam biasa, tetapi hari ini benar-benar luar biasa. Kami berkumpul di bawah lingkaran cahaya, yang melambangkan kegembiraan sebelas negara yang bersatu hari ini. Meskipun besok akan ada sidang umum atau pemilihan, malam ini kami tidak membahas hal itu. Sebaliknya, kami fokus untuk bersatu, tersenyum, dan menikmati suasana yang indah," kata Wandee.

Wandee merasa sangat terpesona melihat konsep makan malam penyambutan yang dinilai sangat inovatif tersebut. Ia menyatakan kekagumannya karena baru pertama kali menyaksikan acara penyambutan istimewa dalam komunitas ASEAN.

"Saya terpesona, ini adalah keajaiban. Ini adalah pertama kalinya dalam komunitas ASEAN kami menyaksikan makan malam penyambutan yang begitu istimewa dan inovatif," ujar Wandee.

Dia menaruh harapan sangat besar agar agenda penting empat tahunan ini dapat berlangsung dengan sukses. Pelaksanaan rapat umum tersebut diharapkan mampu membawa perkembangan prestasi olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara.

"Kami meyakini bahwa apapun yang terjadi, kami yakin APSF dapat terus berkembang dengan pesat dan terus maju melalui perkembangan yang sangat baik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kami tetap yakin bahwa negara-negara ASEAN akan bekerja sama dan bergerak maju bersama-sama," ucap Wandee.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....