KONI Lampung Mulai Mencari Sumber Api PON 2032

  • 25 Mei 2026 19:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai mempersiapkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 dengan membentuk tim khusus pencarian sumber api abadi untuk Api PON.

Langkah tersebut dilakukan menyusul penetapan Lampung dan Banten sebagai tuan rumah bersama PON 2032. Selain tim sarana dan prasarana, KONI Lampung juga membentuk panitia khusus yang bertugas menelusuri potensi sumber api abadi di wilayah Lampung.

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria mengatakan, keberadaan api abadi menjadi bagian penting dalam simbol pelaksanaan PON mendatang.

“KONI sudah membentuk panitia yang nantinya bertugas mendata dan mengecek sarana dan prasarana cabang olahraga yang menjadi venue kita di PON 2032 mendatang. Tim dibagi dua, satunya lagi untuk mencari dan mendata atau mengecek keberadaan api abadi yang bisa dipergunakan menjadi Api PON,” ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, pencarian api abadi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan seremoni olahraga, tetapi juga dapat menjadi identitas daerah saat Lampung menjadi tuan rumah nasional.

Tim yang dibentuk akan melakukan penelusuran ke sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi sumber api alami maupun titik panas bumi yang dapat dikembangkan sebagai sumber Api PON.

Selain itu, KONI Lampung juga mulai melakukan pendataan sarana dan prasarana olahraga yang akan digunakan sebagai venue pertandingan pada PON 2032.

Riagus menjelaskan, kedua tim tersebut ditargetkan segera menyelesaikan tugas awal agar hasilnya dapat dilaporkan kepada Ketua Umum KONI Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung sebelum diteruskan ke KONI Pusat.

“Panitia dibagi menjadi dua tim, satu untuk sarana dan prasarana dan satu tim lagi masalah Api PON. Kita diberi waktu dua tahun untuk menyelesaikan PR yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, Lampung harus bergerak cepat memenuhi berbagai catatan dari KONI Pusat agar status tuan rumah bersama PON 2032 tetap dipertahankan.

“Tugas kita berat selama dua tahun ke depan, karena status tuan rumah bisa dicabut kalau kita dianggap gagal membenahi PR dari KONI Pusat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....