Rekor Apalagi yang Akan Dicetak Jannik Sinner di ATP Masters 1000?
- 07 Mei 2026 10:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jannik Sinner telah berhasil menorehkan sejarah di awal musim 2026. Namun capaian itu belum membuatnya puas. Petenis peringkat 1 dunia ini hadir di Internazionali BNL d’Italia dan berhasrat untuk meraih prestasi lebih besar lagi.
Dengan rekor kemenangan beruntun 23 pertandingan, termasuk kemenangan telak di keempat turnamen ATP Masters 1000 tahun ini, Sinner menapaki turnamen di tanah kelahirannya dalam performa yang luar biasa. Dengan momentum ini, ia kini berada dalam posisi yang bagus untuk mendapatkan capaian dan rekor baginya di ajang turnamen besar dunia.
Sinner ambil bagian di Roma salah satunya adalah untuk meraih salah satu prestasi tenis yang paling sulit diraih: Career Golden Masters. Pemain berusia 24 tahun ini telah meraih gelar Masters 1000 di delapan dari sembilan turnamen, dan hanya Roma yang belum ada dalam catatan prestasinya. Tahun kemarin ia gagal saat kalah di partai final.
Jika ia mengangkat trofi di turnamen ini, Sinner akan bergabung dengan Novak Djokovic sebagai satu-satunya pemain yang memenangkan kesembilan turnamen Masters 1000. Djokovic, juara dengan rekor 40 kali di level ini, telah memenangkan kesembilan turnamen tersebut setidaknya dua kali.
Setelah meraih lima gelar Masters 1000 terakhir — sejak Paris Open pada November tahun lalu — Sinner telah mencetak rekor kemenangan beruntun 28 pertandingan di level ini. Dengan kemenangannya di Madrid, petenis Italia itu hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor Roger Federer sebagai rekor kemenangan beruntun terpanjang ketiga dalam sejarah seri ini (sejak 1990).
Dengan syarat mencapai semifinal di Roma, Sinner akan memperpanjang rekornya menjadi 32 pertandingan. Rekor tersebut akan melampaui rekor Djokovic dengan 31 kemenangan beruntun, yang dicetak selama musim emas petenis Serbia itu pada tahun 2011.
Meskipun Italia mengalami peningkatan dalam capaian tenis putra, namun belum ada pemain tuan rumah yang mengangkat trofi tunggal Roma sejak Adriano Panatta pada tahun 1976. Sinner kini memiliki kesempatan untuk mengakhiri kekeringan panjang tersebut dan menciptakan momen bersejarah di hadapan para penggemarnya.
Kebangkitan tenis Italia dalam beberapa musim terakhir — termasuk Sinner, Lorenzo Musetti, dan Matteo Berrettini yang masuk ke Top 10 Peringkat ATP PIF — telah menandai era baru bagi negara tersebut. Namun, gelar di Roma akan menjadi bukti atas kemajuan tersebut dan semakin memperkuat kehadiran Italia di puncak permainan tenis putra.
Rentetan 23 pertandingan Sinner saat ini sudah termasuk di antara periode terbaik dalam kariernya, tetapi bisa segera mencapai level baru. Dengan melaju ke semifinal di Roma, ia akan melampaui rekor terbaik kariernya sebelumnya yaitu 26 pertandingan, yang tercatat antara September 2024 dan Mei 2025.
Menurut data statistik, petenis Italia ini memiliki rekor 30 kali menang dan dua kali mengalami kekalahan pada tahun 2026. Ia kalah dari Djokovic di semifinal Australia Terbuka dan dari Jakub Mensik di perempat final Doha. Pada bulan Maret kemarin, Sinner menjadi pemain pertama sejak Federer pada tahun 2017 yang menyelesaikan 'Sunshine Double' — dan yang pertama melakukannya tanpa kehilangan satu set pun.
Rekor apalagi yang akan diciptakan Sinner selanjutnya?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....