Nadal dan Djokovic, Dua Petenis Penguasa ATP Masters 1000 Lapangan Tanah Liat
- 06 Mei 2026 13:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemandangan laut Monte-Carlo yang gemerlap, intensitas udara tipis Madrid, dan lapangan-lapangan bersejarah di Roma, merupakan tiga turnamen ATP Masters 1000 lapangan tanah liat yang menarik dari musim ini bagi para pemain dan penggemar.
Bertanding di lapangan tanah liat menuntut kesabaran, daya tahan fisik, dan ketepatan taktik. Rangkaian turnamen lapangan tanah liat ini menajdi periode unik di mana para pemain terbaik seringkali tampil maksimal dan memisahkan diri dari yang lain.
Di antara 29 petenis yang pernah menduduki peringkat satu dunia ATP, beberapa pemain mengambil momentum Masters 1000 lapangan tanah liat untuk menunjukkan dominasinya. Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal memimpin daftar tersebut dengan selisih yang signifikan.
Nadal meraih 26 gelar ATP Masters 1000 lapangan tanah liat selama dua dekade dominasinya. Nadal mengakhiri kariernya dengan rekor pertandingan yang menakjubkan 200-27 di turnamen ATP Masters 1000 lapangan tanah liat, hanya mengalami satu kekalahan lebih banyak daripada jumlah trofi yang diraihnya.
Ia menguasai turnamen di Monako, memenangkan Monte-Carlo sebanyak 11 kali. Ia juga memegang rekor di Madrid dan Roma, di mana ia memenangkan lima dan 10 gelar.
Pemain hebat sepanjang masa lainnya, Novak Djokovic, berada di urutan kedua dalam daftar peraih gelar ATP Masters 1000 terbanyak di lapangan tanah liat. Petenis Serbia ini telah mengumpulkan 11 gelar Masters 1000 di lapangan tanah liat: enam di Roma, tiga di Madrid, dan dua di Monte-Carlo.
Selama musim tahun 2011, Djokovic mencatatkan rekor kemenangan beruntun 41 pertandingan dari awal tahun hingga semifinal Roland Garros. Selain itu juga juara 101 kali di level tur ini termasuk meraih kemenangan di Madrid dan Roma.
Gelar ATP Masters 1000 lapangan tanah liat terakhir Djokovic diraih di Roma pada tahun 2022. Petenis asal Belgrade ini memiliki rekor 40 trofi di level ATP Masters 1000.
Petenis lain yang juga menorehkan prestasi gemilang adalah Roger Federer. Pada Mei 2002, Roger Federer yang saat itu berusia 20 tahun berhasil masuk 10 besar peringkat dunia ATP untuk pertama kalinya setelah memenangkan Hamburg, tempat ia meraih empat dari enam gelar ATP Masters 1000 di lapangan tanah liat.
Dari tahun 2004 hingga final 2008, Federer membangun rekor kemenangan beruntun 21 pertandingan di kota Jerman tersebut.
Petenis Swiss itu menang tiga kali di Madrid, termasuk ketika turnamen dimainkan di lapangan keras dalam ruangan pada tahun 2006 dan lapangan tanah liat biru pada tahun 2012. Pemenang 103 gelar tingkat tur sepanjang kariernya yang gemilang, Federer dua kali mengalahkan rivalnya Nadal di final lapangan tanah liat; Hamburg 2007 dan Madrid 2009.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....