Grand Final Proliga 2026 Mulai 24 April, Perebutan Gelar Diprediksi Sengit

  • 21 Apr 2026 07:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Puncak kompetisi bola voli Proliga 2026 akan digelar pada 24–26 April 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Selain partai final, perebutan tempat ketiga juga berlangsung pada 21–23 April 2026.

Seluruh laga diprediksi berlangsung sengit dengan pertemuan tim-tim terbaik di sektor putra dan putri. Atmosfer persaingan dipastikan semakin panas mengingat kekuatan tim yang relatif seimbang.

Di sektor putra, juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi akan kembali menghadapi Jakarta LavAni. Pertemuan ini menjadi laga ulangan final dua musim sebelumnya.

Sementara di sektor putri, juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) akan menghadapi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Kedua tim datang dengan kesiapan penuh untuk merebut gelar.

Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan, menjelaskan bahwa partai final tahun ini menggunakan sistem three winning set. “Kedua tim bertanding tiga kali,” ujarnya dalam jumpa pers, Senin, 20 April 2026.

Ia menambahkan, apabila salah satu tim sudah meraih dua kemenangan, maka laga tidak perlu dilanjutkan hingga hari ketiga. “Tetapi jika hingga laga kedua berakhir 1-1 maka laga dilanjutkan hingga hari ketiga,” ucap Regi.

Sistem yang sama juga diterapkan pada perebutan juara ketiga. Format ini membuat setiap tim memiliki peluang lebih besar untuk membuktikan konsistensi permainan.

Dari kubu LavAni, ofisial John Zulfikar menyatakan kesiapan tim menghadapi laga puncak. “LavAni sudah siap untuk pertandingan ini. Seluruh pemain kami sudah siap tampil di final,” ujarnya.

Final putra kali ini menjadi ajang pembuktian bagi LavAni untuk mengakhiri dominasi Bhayangkara Presisi. Pada musim 2024 dan 2025, Bhayangkara keluar sebagai juara, sedangkan LavAni menjadi kampiun pada 2022 dan 2023.

Sementara itu, perwakilan Bhayangkara Presisi, Rita Kurniati, menegaskan timnya telah melakukan evaluasi dari hasil sebelumnya. “Kami berharap Bhayangkara akan menjadi juara. Dua kekalahan di final four menjadi pelajaran berharga,” katanya.

Pada perebutan tempat ketiga sektor putra, Surabaya Samator akan menghadapi Jakarta Garuda Jaya. Manajer Samator, Hadi Sampurno, optimistis timnya mampu meraih kemenangan cepat.

Di sisi lain, asisten pelatih Garuda Jaya, Lardi, memastikan timnya akan tampil maksimal. Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat sejak awal.

Persaingan di sektor putri juga diprediksi tak kalah ketat dengan kesiapan Jakarta Pertamina Enduro. “Tidak ada pemain pelapis. Semuanya sama, tidak ada lapis satu lapis dua,” ujar manajer tim JPE, Widi Triyoso.

Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia juga menyatakan kesiapan menghadapi final. “Kondisi anak-anak juga sehat,” kata ofisial tim, Putri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....